
Beli barang bermerek secara kredit dan memamerkannya adalah salah satu perilaku orang kelas menengah ke bawah namun ingin terlihat sangat kaya (freepik)
JawaPos.com – Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik atau menikmati kesenangan sesekali. Namun ketika keinginan untuk terlihat kaya mengalahkan kenyataan kondisi keuangan seseorang maka hal itu seringkali mengarah pada perilaku yang impulsif daripada kesuksesan.
Orang-orang kelas menengah ke bawah tetapi sangat ingin dianggap kaya sering kali memiliki kebiasaan yang sangat spesifik bukan karena kesombongan melainkan karena hasrat yang mendalam akan validasi.
Mereka selalu berusaha keras untuk menampilkan citra yang tidak sesuai dengan saldo rekeningnya.
Berikut 7 perilaku orang yang termasuk kelas menengah ke bawah namun ingin terlihat kaya sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (1/8) sebagai berikut :
Orang-orang yang ingin terlihat kaya sering kali merasa tertekan untuk mengikuti tren kekayaan yang terlihat mulai dari tas desainer,sepatu mahal, hingga jam tangan mewah.
Namun parahnya, alih-alih memiliki penghasilan yang cukup untuk membeli barang tersebut, mereka justru membelinya dengan kredit dan menguras anggaran.
Anda akan sering melihat mereka memamerkannya hal tersebut di media sosial dengan selalu menyorot foto-foto untuk menonjolkan logo mereka.
Intinya pembelian yang mereka lakukan bukan tentang kesenangan semata melainkan tentang membangun citra tertentu.
Orang yang benar-benar kaya jarang membicarakan uang dalam percakapan sehari-hari. Namun, mereka yang ingin terlihat kaya sering kali mengangkat topik keuangan untuk meningkatkan status mereka.
Dalam wawasan psikologis, perilaku tersebut berasal dari manajemen kesan,sebuah konsep psikologis sosial dimana orang mencoba memengaruhi cara orang lain memandang mereka dan sering kali untuk menutupi rasa tidak aman.
Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan mencintai mobil mewah. Namun,hal itu menjadi nyata ketika seseorang mengendarai kendaraan mewah saat tinggal di apartemen sewaan atau di rumah yang tidak mencerminkan tingkat ekonomi yang sama.
Hal ini disebabkan karena mobil adalah salah satu simbol status yang paling mudah dipajang, mudah dibawa, mencolok dan mudah dikenali. Sebaliknya, rumah lebih privat dan kecil kemungkinannya untuk diperhatikan kecuali seseorang diundang masuk.
Parahnya dalam banyak kasus, mobil disewa atau dibiayai dengan pembayaran bulanan yang tinggi yang bertujuan untuk menguras anggaran hanya demi penampilan.
Perilaku lain orang yang ingin terlihat kaya sekalipun termasuk kelas menengah ke bawah adalah kebutuhan untuk terus-menerus menceritakan pengalaman mewahnya.
Seperti memposting cerita Instagram dari bar atau gedung, bepergian ke destinasi mewah (dengan hutang) atau bergabung dengan klub eksklusif hanya demi gengsi.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
