Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 00.06 WIB

Jika Anda Tumbuh dengan Orang Tua Narsis, Psikologi Mengatakan Anda Mungkin Telah Mengembangkan 7 Sifat Unik Ini

seseorang yang tumbuh dengan orang tua narsis. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection) - Image

seseorang yang tumbuh dengan orang tua narsis. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)

JawaPos.com - Tumbuh besar di bawah asuhan orang tua narsistik adalah pengalaman yang tak selalu tampak menyakitkan dari luar, namun bisa meninggalkan jejak emosional yang mendalam dan rumit.

Orang tua narsistik biasanya menuntut kekaguman, tidak mampu memberikan empati yang sehat, dan seringkali menjadikan anak sebagai perpanjangan dari egonya, bukan individu yang utuh.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (14/7), menurut psikologi, anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan semacam ini cenderung mengembangkan beberapa sifat khas sebagai bentuk adaptasi dan mekanisme bertahan hidup.

Menariknya, beberapa dari sifat ini bisa terlihat seperti kekuatan di permukaan, meski memiliki akar emosional yang kompleks.

Berikut tujuh sifat unik yang mungkin Anda miliki jika tumbuh dengan orang tua narsis:

1. Kepekaan Emosional Tinggi

Anak dari orang tua narsistik sering kali terlatih untuk "membaca suasana hati" sejak dini.

Karena harus menyesuaikan diri dengan perubahan emosi orang tua yang tidak stabil, mereka mengembangkan kepekaan luar biasa terhadap ekspresi wajah, nada suara, dan isyarat kecil lainnya.

Hal ini bisa membuat Anda sangat peka terhadap suasana hati orang lain—kemampuan yang berguna dalam banyak situasi sosial, tetapi juga bisa membuat Anda mudah kelelahan secara emosional.

2. Perfeksionisme yang Kaku

Orang tua narsistik seringkali memberi cinta bersyarat, menghargai anak hanya ketika memenuhi standar tertentu atau membuat mereka terlihat baik di mata orang lain.

Akibatnya, Anda mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa cinta harus "diperoleh", bukan diberikan tanpa syarat.

Hal ini bisa memicu dorongan untuk menjadi sempurna dalam segala hal, dan rasa bersalah atau malu ketika gagal memenuhi standar tinggi tersebut.

3. Kecenderungan Menyalahkan Diri Sendiri

Salah satu dampak jangka panjang dari pola asuh narsistik adalah internalisasi kesalahan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore