
Ilustrasi perbedaan cara menggunakan media sosial antara generasi tua dan muda (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Navigasi di media sosial terkadang menampilkan beragam unggahan dari berbagai kalangan usia dengan gaya khas masing-masing penggunanya. Melihat postingan dari anggota keluarga atau teman yang berasal dari generasi lebih tua seringkali bisa menghadirkan momen-momen unik tersendiri bagi anak muda.
Menariknya, beberapa jenis konten atau cara berinteraksi di dunia maya yang dilakukan oleh generasi baby boomer terkadang memicu reaksi tak terduga dari generasi yang lebih muda. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa gaya berbagi informasi atau ekspresi diri mereka di platform digital terasa asing.
Melansir dari Geediting.com, Sabtu (17/05), ada beberapa kebiasaan boomer dalam berbagi di media sosial yang sering membuat anak muda merasa geli atau heran.
1. Menyebarkan Pesan Berantai Jadul
Satu di antara kebiasaan yang sering terlihat adalah gemar meneruskan pesan berantai yang sudah beredar luas sejak lama. Isinya bisa berupa peringatan yang meragukan, kutipan motivasi klise, atau cerita inspiratif yang kebenarannya sulit diverifikasi.
2. Penggunaan Emoji dan Format yang Berlebihan
Mereka terkadang memakai emoji dalam jumlah sangat banyak dalam satu kalimat atau paragraf. Penataan teks dengan kapitalisasi acak atau spasi aneh juga seringkali terlihat dalam unggahan maupun komentar mereka.
3. Berbagi Informasi Pribadi yang Terlalu Detail
Batas antara ranah privat dan publik di media sosial kadang kurang mereka pahami dengan baik. Unggahan mengenai kondisi kesehatan yang sangat rinci atau masalah keluarga yang sensitif bisa dengan mudah ditemukan di linimasa mereka.
4. Mudah Mempercayai dan Menyebar Hoax
Informasi yang belum jelas sumber atau kebenarannya seringkali langsung dibagikan ulang tanpa proses cek fakta terlebih dahulu. Judul bombastis atau narasi yang provokatif lebih mudah menarik perhatian mereka untuk disebarluaskan dengan cepat kepada jaringannya.
5. Unggahan dengan Nada Drama Berlebihan
Beberapa di antaranya suka memposting status atau cerita yang bernada sangat emosional atau mendramatisir situasi sederhana. Tujuannya mungkin mencari perhatian atau simpati, namun bagi anak muda terlihat sangat canggung atau tidak perlu.
6. Kurang Paham Pengaturan Privasi Akun
Mereka mungkin tidak menyadari bahwa semua yang diunggah bisa dilihat oleh siapapun di internet jika pengaturan privasinya terbuka untuk publik. Informasi pribadi yang seharusnya terbatas justru bisa diakses oleh orang asing tanpa mereka sengaja batasi sebelumnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
