Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 April 2025 | 20.50 WIB

5 Kebiasaan Milenial yang Diperoleh dari Orang Tua Boomer Menurut Psikologi

Kebiasaan milenial yang diperoleh dari orang tua boomer menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

Kebiasaan milenial yang diperoleh dari orang tua boomer menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Generasi milenial sering dianggap sangat berbeda dari generasi orang tua mereka, para boomer.

Namun, tanpa disadari, banyak kebiasaan dan nilai-nilai yang justru diturunkan lintas generasi, termasuk dalam cara berpikir, gaya hidup, dan cara menghadapi tantangan.

Menurut psikologi, pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak.

Maka tak heran jika beberapa warisan kebiasaan dari generasi boomer masih melekat kuat di kalangan milenial hingga saat ini.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (8/4), diterangkan bahwa ada lima kebiasaan milenial yang diperoleh dari orang tua boomer menurut psikologi.

1. Meninggalkan pesan suara

Pesan suara dulu merupakan cara komunikasi standar yang dikuasai generasi senior dengan format yang jelas: nama, alasan menelepon, dan ucapan “hubungi saya kembali saat sempat.”

Meski generasi muda tumbuh di era pesan teks dan panggilan tak terjawab, banyak yang kini kembali ke metode lama ini dengan sentuhan modern.

Perbedaannya terletak pada platform yang digunakan, dengan WhatsApp voice message menggantikan pesan suara tradisional, terkadang singkat, terkadang sepanjang episode podcast.

Semangat komunikasi personal melalui suara tetap sama, hanya ditambah emoji dan tanpa perlu menunggu bunyi bip.

Baik untuk meninggalkan pesan bagi teman yang selalu mengaktifkan mode “Jangan Ganggu” atau mengirim sapaan penuh perhatian kepada orang tersayang, kebiasaan ini masih bertahan—hanya dengan kualitas suara lebih baik dan kontrol kecepatan pemutaran.

2. Menganut sikap “perbaiki sendiri”

Kebanyakan orang dari generasi lama tumbuh di masa ketika mengganti barang bukanlah pilihan utama.

Jika sesuatu rusak, mereka menambal, menjahit, atau menempelnya kembali. Semangat mandiri ini menular kepada banyak anak muda, meski awalnya mereka lebih nyaman mengklik “Tambahkan ke Keranjang” daripada menggunakan peralatan perbaikan.

Butuh waktu untuk menyadari betapa berharganya sikap ini. Dulu, banyak yang membuang barang begitu menunjukkan tanda kerusakan—pakaian, elektronik kecil, bahkan meja kopi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore