Ilustrasi seseorang yang dipenuhi rasa keraguan antara tinggal di rumah atau merantau (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Ada sekelompok orang yang sering mengalami tarik-menarik antara menikmati kenyamanan di dalam rumah dan ketertarikan pada dunia luar. Anda mungkin salah satunya, yang terus-menerus bergelut dengan pilihan antara tetap di rumah atau pergi merantau.
Psikologi memberikan banyak penjelasan mengenai pergulatan batin ini. Ada perilaku tertentu yang dapat mengungkap mengapa sebagian dari kita sulit memutuskan apakah akan memilih menjadi tipe orang rumahan atau tipe orang yang senang bersosialisasi di luar.
Berikut adalah 4 alasan yang mendasari kegelisahan seseorang antara memilih untuk tetap tinggal di rumah atau pergi merantau, seperti dilansir dari laman Geediting.
1. Takut Ketinggalan Sesuatu yang Baru
Jika Anda termasuk orang yang selalu merasa bimbang antara tinggal di rumah dan pergi untuk merantau, Anda mungkin mengalami apa yang oleh para psikolog sebut yakni ‘FOMO' atau Fear Of Missing Out dalam kata lain ialah takut ketinggalan sesuatu hal baru.
Ketakutannya adalah jika Anda memilih untuk tinggal di dalam rumah, Anda mungkin kehilangan kesempatan menyaksikan sesuatu yang menyenangkan atau penting di luar sana. Namun hal Ini seperti berdiri di ambang pintu rumah, satu kaki masuk, satu kaki keluar dimana Anda tidak dapat mengambil keputusan dengan cara yang mudah.
2. Membutuhkan Waktu Sendiri
Terkadang, perjuangan antara pergi merantau dan tinggal di rumah bermuara pada kebutuhan kita untuk menyendiri. Ada saatnya kita hanya ingin menyelimuti diri dengan selimut, menyalakan musik lembut, atau membaca buku bagus, lalu menikmati waktu sendiri.
Hal tersebut bukan berarti kita tidak menikmati bersosialisasi atau berada di sekitar orang lain, tetapi ada sesuatu tentang kesendirian yang bisa sangat menyegarkan.
Sering kali, ini berarti meluangkan waktu sendiri dengan dapat emahami pikiran kita, merenungkan tindakan kita, atau sekadar menikmati keheningan.
Wajar saja jika kita mendambakan kesendirian, tetapi kebutuhan inilah yang sering kali membuat keputusan antara tinggal di rumah atau keluar rumah menjadi sulit untuk diambil.
3. Dilema akan Zona Nyaman
Pertarungan antara tinggal di rumah dan keluar rumah bukanlah tentang pilihan langsung, tetapi tentang zona nyaman kita. Tetap di rumah sering kali berarti berpegang teguh pada apa yang nyaman dan familiar itulah ruang aman untuk seseorang.
Di sisi lain, pergi keluar biasanya melibatkan melangkah keluar dari zona nyaman ini. Pertumbuhan sering terjadi di luar zona nyaman kita, saat kita mendorong diri untuk mengalami hal-hal baru, bertemu orang-orang baru, dan merangkul situasi yang tidak dikenal, maka kita benar-benar berkembang.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
