Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 21.05 WIB

Social Comparison Online: Bagaimana Kebiasaan Membandingkan Diri Bisa Mempengaruhi Kehidupanmu

Ilustrasi membandingkan diri (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi membandingkan diri (Dok. Pexels)

JawaPos.com  Social comparison atau kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain di era media sosial semakin sering terjadi. 

Tanpa sadar hal ini bisa memberikan dampak besar pada kesehatan mental maupun cara kita memandang hidup.

Memang media sosial pada dunia modern ini menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan seseorang. 

Mulai dari mencari relasi dan koneksi layaknya platform seperti Instagram hingga mencari pekerjaan layaknya LinkedIn. 

Tidak jarang seorang teman atau relasi mengunggah pencapaian mereka saat dalam dunia akademis, pekerjaan atau sekedar flexing harta yang mereka miliki. 

Sadar atau tidak sadar, hal ini memengaruhi pikiran kita dan mulai membandingkan diri tentang apa yang kita miliki dan tidak miliki. Inilah yang dimaksud dengan social comparison

Ingin tahu lebih lanjut mengenai tindakan membandingkan diri yang satu ini? Simak penjelasan berikut oleh Verywell Mind dan Psychology today.

1. Psikologi di Bbalik Membandingkan Diri

Pada dasarnya, manusia punya kecenderungan alami untuk selalu menilai dirinya sendiri dengan membandingkan dengan orang lain. 

Perbandingan ini bisa terjadi dalam banyak aspek mulai dari penampilan fisik, kekayaan, kecerdasan, hingga kesuksesan hidup. 

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10 persen pikiran kita sehari-hari berhubungan dengan aktivitas membandingkan diri.

Konsep ini dikenal dengan Social Comparison Theory, yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Leon Festinger pada tahun 1954. 

Teori ini menjelaskan bahwa seseorang menentukan nilai sosial maupun harga dirinya berdasarkan seberapa baik mereka 'berdiri" dibandingkan orang lain.

Di satu sisi, social comparison memang bisa memunculkan motivasi. Misalnya, ketika melihat teman berhasil lulus dengan nilai bagus, kita jadi lebih bersemangat belajar. 

Namun, di sisi lain, perbandingan yang terlalu sering justru bisa menjadi pedang bermata dua.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore