Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 00.07 WIB

Menurut Psikologi, Ini 7 Kebiasaan Media Sosial Generasi Boomer yang Sering Bikin Anak Muda Terheran-heran

Ilustrasi perbedaan cara menggunakan media sosial antara generasi tua dan muda (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi perbedaan cara menggunakan media sosial antara generasi tua dan muda (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Navigasi di media sosial terkadang menampilkan beragam unggahan dari berbagai kalangan usia dengan gaya khas masing-masing penggunanya. Melihat postingan dari anggota keluarga atau teman yang berasal dari generasi lebih tua seringkali bisa menghadirkan momen-momen unik tersendiri bagi anak muda.

Menariknya, beberapa jenis konten atau cara berinteraksi di dunia maya yang dilakukan oleh generasi baby boomer terkadang memicu reaksi tak terduga dari generasi yang lebih muda. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa gaya berbagi informasi atau ekspresi diri mereka di platform digital terasa asing.

Melansir dari Geediting.com, Sabtu (17/05), ada beberapa kebiasaan boomer dalam berbagi di media sosial yang sering membuat anak muda merasa geli atau heran.

1. Menyebarkan Pesan Berantai Jadul

Satu di antara kebiasaan yang sering terlihat adalah gemar meneruskan pesan berantai yang sudah beredar luas sejak lama. Isinya bisa berupa peringatan yang meragukan, kutipan motivasi klise, atau cerita inspiratif yang kebenarannya sulit diverifikasi.

2. Penggunaan Emoji dan Format yang Berlebihan

Mereka terkadang memakai emoji dalam jumlah sangat banyak dalam satu kalimat atau paragraf. Penataan teks dengan kapitalisasi acak atau spasi aneh juga seringkali terlihat dalam unggahan maupun komentar mereka.

3. Berbagi Informasi Pribadi yang Terlalu Detail

Batas antara ranah privat dan publik di media sosial kadang kurang mereka pahami dengan baik. Unggahan mengenai kondisi kesehatan yang sangat rinci atau masalah keluarga yang sensitif bisa dengan mudah ditemukan di linimasa mereka.

4. Mudah Mempercayai dan Menyebar Hoax

Informasi yang belum jelas sumber atau kebenarannya seringkali langsung dibagikan ulang tanpa proses cek fakta terlebih dahulu. Judul bombastis atau narasi yang provokatif lebih mudah menarik perhatian mereka untuk disebarluaskan dengan cepat kepada jaringannya.

5. Unggahan dengan Nada Drama Berlebihan

Beberapa di antaranya suka memposting status atau cerita yang bernada sangat emosional atau mendramatisir situasi sederhana. Tujuannya mungkin mencari perhatian atau simpati, namun bagi anak muda terlihat sangat canggung atau tidak perlu.

6. Kurang Paham Pengaturan Privasi Akun

Mereka mungkin tidak menyadari bahwa semua yang diunggah bisa dilihat oleh siapapun di internet jika pengaturan privasinya terbuka untuk publik. Informasi pribadi yang seharusnya terbatas justru bisa diakses oleh orang asing tanpa mereka sengaja batasi sebelumnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore