
Ilustrasi orang yang sedang rapuh./Pexels.
JawaPos.com - Sejatinya kehidupan manusia tidak selalu diselimuti kebahagiaan, semuanya datang silih berganti agar kita diberi ruang untuk belajar dan bertumbuh.
Banyak hal yang membuat kita akhirnya tersadar bahwa ketenangan dan kedamaian batin adalah kunci kebahagiaan, bukan hanya sekedar status, harta, atau hal yang berbau kehidupan dunia.
Dilansir dari laman DM News pada Minggu (04/05) inilah 7 momen kehidupan yang membuat orang menyadari betapa rapuhnya hidup, di antaranya adalah :
1. Ketakutan akan kondisi kesehatan
Tidak ada yang membawa kerapuhan kehidupan menjadi fokus yang lebih tajam selain masalah kesehatan. Ini mungkin diagnosis yang tidak terduga atau pemeriksaan rutin yang muncul sebagai tanda bahaya.
Satu menit, kamu baik-baik saja pergi ke gym, menelusuri media sosial, merencanakan liburan akhir pekan dan berikutnya, terjebak di ruang tunggu, dikonsumsi oleh kekhawatiran.
Sungguh luar biasa betapa cepatnya rasa aman kita dapat hancur ketika tubuh kita memberi kita pemeriksaan realitas. Ini adalah pengingat yang serius. Hawa tubuh kita tidak tahan peluru, dan waktu di hidup di dunia begitu terbatas.
2. Kehilangan orang yang dicintai
Kematian seseorang yang dekat adalah pengingat yang mendalam bahwa tidak ada dan tidak ada seorang pun bertahan selamanya. Kesedihan adalah panggilan bangun yang kuat dan bisa menjadi sumber kesedihan yang mendalam tetapi juga katalis untuk perubahan.
Seperti yang pernah dikatakan Dale Carnegie, “Hari ini adalah kehidupan, satu-satunya kehidupan yang kamu yakini. Maksimalkan hari ini.” Kehilangan orang yang dicintai membuat kutipan itu menjadi kenyataan.
Ketidakhadiran mereka meninggalkan kekosongan yang tidak dapat diisi dengan menunda koneksi penting atau mengabaikan orang-orang yang paling penting.
3. Pengalaman mendekati kematian
Menggantung pada benang antara hidup dan mati akan mengubahmu, itu tidak diragukan lagi. Ketika kamu berhadapan langsung dengan kematian sendiri, gangguan sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas atau rekan kerja yang terus-menerus membicarakanmu menjadi sepele.
Kamu mulai melihat berapa banyak waktu yang kamu buang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Pergeseran perspektif ini dapat memicu keinginan yang mendalam untuk hidup lebih penuh petualangan, terhubung dengan orang-orang lebih dalam, atau mengambil lompatan yang telah kamu tunda.
Pengalaman mendekati kematian sering kali memberantas mentalitas "suatu hari nanti". Mereka mengingatkan kita bahwa hidup tidak berlangsung selamanya dan jika ada sesuatu yang kamu impikan untuk dilakukan, sebaiknya menemukan cara untuk melakukannya lebih cepat daripada nanti.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
