Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 23.54 WIB

5 Pelajaran Hubungan Percintaan yang Diikuti Generasi X Namun Harus Dihindari oleh Generasi Z

Ilustrasi Gen Z menjalani suatu hubungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi Gen Z menjalani suatu hubungan. (Freepik)

JawaPos.com – Ada banyak hal hebat yang bisa dipelajari dari Gen X, tetapi ada juga banyak pelajaran hubungan yang diikuti Gen X berdasarkan apa yang mereka alami saat tumbuh dan dibesarkan oleh orangtua Boomer yang seharusnya dihindari oleh Gen Z dengan cara apa pun.

Gen X biasanya dibesarkan dengan sedikit pengawasan, didefinisikan oleh rasa kemandirian yang kuat dan mentalitas dimana melakukan semuanya sendiri hingga cara mereka menangani hubungan mereka.

Sebagai anak-anak dari Gen X, Gen Z telah melihat langsung bagaimana Gen X menjalani hidup dan cinta, dan berdasarkan apa yang mereka lihat namun ada beberapa hal yang ingin mereka lakukan secara berbeda.

Dilansir dari laman YourTango, berikut 5 pelajaran suatu hubungan yang diikuti oleh Gen X namun disarankan untuk dihindari oleh Gen Z.

  1. Memiliki mentalitas cinta yang keras

Cinta yang keras itu mungkin telah mengajarkan kemandirian dan ketahanan kepada Generasi X, tetapi juga mengajarkan mereka bahwa mengekspresikan emosi mereka memiliki konsekuensi negatif, karena mereka cenderung didisiplinkan secara ketat untuk ledakan emosi alih-alih ditunjukkan cara mengatur diri mereka sendiri secara emosional.

Mentalitas ini mengakibatkan mereka menjadi terpisah secara emosional dan menjauh di kemudian hari, karena cinta yang keras menyebabkan Gen X terputus dari perasaan mereka sendiri.

Dimana hal ini merupakan salah satu pelajaran hubungan yang harus dihindari Gen Z dengan cara apa pun. Bagaimanapun, berkomunikasi dengan belas kasih dan empati adalah cara yang jauh lebih efektif untuk menciptakan hubungan yang mendalam.

  1. Mendahulukan pekerjaan daripada hubungan

Generasi X dibingkai sebagai generasi yang sepenuhnya memahami perlunya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan , namun demikian, banyak yang tidak punya pilihan selain terjebak dalam perangkap memprioritaskan pekerjaan mereka daripada hubungan mereka.

Tidak dapat disangkal bahwa Generasi X adalah karyawan yang berdedikasi. Mereka harus bekerja lebih keras daripada Generasi Baby Boomer sebelumnya, karena Generasi X memiliki simpanan uang yang jauh lebih sedikit untuk masa pensiun daripada yang direkomendasikan.

Sementara Gen X menaiki jenjang karier dan menetap, Gen Z menginginkan sesuatu yang berbeda. Mereka tahu nilai kerja keras, tetapi mereka juga tahu bahwa tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan mengorbankan hubungan mereka.

Gen Z dikritik keras karena dianggap tidak ingin bekerja, padahal sebenarnya, mereka mengubah cara kita berpikir tentang pekerjaan secara keseluruhan. Generasi Z tidak mendasarkan identitas mereka pada pekerjaan.

Mereka tahu bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sekadar mendapatkan pekerjaan tetap, seperti teman, hobi, dan hubungan romantis.

Sementara Generasi X mengabaikan hubungan mereka demi pekerjaan yang tidak akan pernah mereka sukai, Generasi Z memutuskan untuk menghindari pelajaran hubungan itu dengan cara apa pun.

  1. Mudah rentan dalam menjalani suatu hubungan

Generasi X tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi rentan membuat mereka lemah, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Menunjukkan kerentanan adalah tanda kekuatan, dan itu satu-satunya cara untuk membuat hubungan bertahan lama.

Generasi X tidak diberi alat yang mereka butuhkan untuk menghadapi emosi yang kompleks, yang berarti mereka menjalani hidup dengan cukup terputus dari perasaan mereka sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore