Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Maret 2025 | 01.58 WIB

6 Kebiasaan Keuangan yang Sering Dinormalisasi Tapi Ternyata Bisa Membahayakan: Kamu Mengalaminya?

Ilustrasi orang yang keuangannya tidak sehat. - Image

Ilustrasi orang yang keuangannya tidak sehat.

JawaPos.com - Segala hal yang menyangkut keuangan akan sangat sensitif, karena jika tidak mengelolanya dengan baik maka bisa berdampak besar bagi masa depan.

Mungkin hari ini kita mudah mendapatkan uang karena masih produktif bekerja, tapi kita tidak tahu yang terjadi ke depannya. Maka dari itu perlu membenahi pengelolaan keuangan sejak dini.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Selasa (18/03) inilah 6 kebiasaan keuangan yang sering dinormalisasi tapi ternyata membahayakan:

1. Menggunakan kartu kredit seperti uang gratis

Kartu kredit bisa menjadi alat yang luar biasa jika kamu dapat melunasi saldo setiap bulan. Sudah menjadi sangat normal untuk mengetuk, menggesek, atau memasukkan kartu untuk segala pembelian.

Narasinya adalah, "Saya akan melunasinya nanti," tetapi ketika bunga menumpuk, "nanti" dapat menjadi siklus yang tidak pernah berakhir. Pendidik keuangan Dave Ramsey telah mencatat bahwa terlalu mengandalkan kredit menyebabkan ketergantungan mahal yang dapat menyabotase tujuan jangka panjang.

2. Hidup hanya dari gaji ke gaji

Kita berasumsi bahwa itu normal untuk menjalankan rekening bank ketika mendekati nol pada akhir bulan. Menurut survei tahun 2022 oleh Survei Ekonomi Rumah Tangga dan Pengambilan Keputusan (SHED), sekitar 38% responden tidak dapat menangani pengeluaran $400 yang tidak terduga tanpa meminjam atau menjual sesuatu.

Siklus "tangan-ke-mulut" telah menjadi sangat standar, kita hampir lupa bahwa itu dapat dihindari. Membangun dana darurat atau bahkan mempraktikkan penganggaran sendiri sangat membantu dalam menciptakan keuangan lebih sehat.

3. Pembiayaan kembali untuk peningkatan gaya hidup alih-alih kebutuhan nyata

Seperti yang dikatakan pakar keuangan pribadi Ramit Sethi, "Belanjakan secara boros untuk hal-hal yang kamu sukai, dan kurangi biaya tanpa ampun untuk hal-hal yang tidak kamu sukai."

Jika jika kamu membiayai kembali untuk menghapus kewajiban bunga tinggi, itu mungkin strategis.

4. Mengabaikan pengeluaran kecil sebagai "bukan masalah besar"

Seberapa sering kamu mendengar orang berkata, "Itu hanya lima dolar," saat mereka memesan langganan streaming lain atau minuman kopi mewah?

Sementara itu, kesenangan "kecil" itu dapat bertambah hingga ratusan dolar sebulan. Pembelian harian tersebut dapat meningkat menjadi angka yang signifikan dari waktu ke waktu, terutama jika secara otomatis atau berbasis langganan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore