Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Maret 2026, 18.16 WIB

Masalah Pemilik dan Pembeli di Restoran Bibi Kelinci Dibahas DPR, Gitaris Zendhy Kusuma Kembali Sampaikan Permohonan Maaf

Gitaris Zendhy Kusuma dan Istrinya Evi Santi Rahayu. (Instagram @zendhy.kusuma) - Image

Gitaris Zendhy Kusuma dan Istrinya Evi Santi Rahayu. (Instagram @zendhy.kusuma)

JawaPos.com - Komisi III DPR turut memberi atensi terhadap masalah antara pemilik Restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dengan salah seorang konsumen bernama Zendhy Kusuma. Atas persoalan itu, pria yang dikenal oleh publik sebagai gitaris tersebut kembali menyampaikan permohonan maaf.

Dalam keterangan yang disampaikan secara terbuka kepada publik, Zendhy menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi pada September tahun lalu bermula dari situasi yang tidak nyaman di Restoran Bibi Kelinci. Dia mengungkapkan, saat itu dirinya datang bersama keluarga dan sudah menunggu pesanan cukup lama.

”Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” ucap Zendhy dikutip pada Selasa (11/3).

Menurut Zendhy, persoalan yang muncul senjatinya berasal dari masalah antara restoran dengan konsumen. Namun, masalah terus berkembang dan membesar sampai masuk ke ranah hukum. Bahkan, publik terseret-seret karena masalah tersebut menjadi viral di media sosial.

Dia mengaku sempat dilaporkan dalam kasus pencurian dengan pemberatan hingga harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian. Dalam perjalanan kasus itu, dia juga memilih menempuh jalur hukum dan membuat laporan kepolisian dengan tuduhan dugaan pelanggaran UU ITE.

”Situasi itu tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” sesalnya.

Lebih lanjut, Zendhy menyampaikan bahwa salah satu hal yang paling terasa beberapa bulan belakangan adalah tekanan besar dari publik di media sosial. Bukan hanya dirinya, keluarganya juga merasakan tekanan itu. Menurut dia, tekanan di media sosial sudah sampai pada level cyber bullying atau perundungan siber.

”Beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyber bullying yang sangat besar. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” bebernya.

Zendhy tidak pernah menyangka, peristiwa kecil bisa berkembang menjadi gelombang opini yang sangat besar setelah masuk ke ruang digital. Namun demikian, dia bersyukur karena pada akhirnya masalah tersebut diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.

”Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi sehingga persoalan ini dapat dinyatakan selesai,” ujarnya.

Atas atensi dan perhatian dari Komisi III DPR, Zendhy juga memberikan apresiasi. Menurut dia, DPR turun tangan karena ingin memastikan agar proses penegakan hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut berjalan secara adil dan proporsional untuk semua pihak.

”Saya belajar menjadi konsumen yang lebih baik. Teman-teman yang menjalankan usaha juga tentu belajar menjadi pelaku usaha yang lebih baik. Dan kita semua belajar menjadi warga negara yang lebih dewasa di tengah kehidupan yang sangat dipengaruhi media sosial,” kata dia.

Sebelumnya, diberitakan bahwa perseteruan dan saling lapor antara pemilik Restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dengan gitaris Zendhy Kusuma berakhir damai. Lewat mediasi yang berlangsung di Gedung Bareskrim Polri pada Minggu malam (8/3), kedua pihak memutuskan mencabut seluruh laporan kepolisian. Sehingga tidak ada lagi tersangka di kedua pihak.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore