
Sejumlah pemain dari Oriental Circus Indonesia melakukan pertunjukan The Great 50 Show yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12).
JawaPos.com– Kisah kelam di balik gemerlap pertunjukan sirkus akhirnya terungkap. Sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang dulu tampil di Taman Safari membeberkan pengalaman mengerikan mereka.
Mulai dari eksploitasi, kekerasan fisik, hingga perbudakan. Ironisnya, hal itu terjadi selama bertahun-tahun!
Dalam pertemuan resmi dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, Selasa (15/4) di kantornya, para korban, mayoritas perempuan, mengungkapkan fakta mengejutkan tentang perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami selama ini.
Salah satu korban, Fifi Nur Hidayah, 50, mengungkap bagaimana dirinya menjadi korban penyiksaan hingga mengalami trauma fisik dan mental yang mendalam. “Saya disetrumin pak, badan saya, kelamin saya disetrumin,” ujar Fifi.
Tak hanya disetrum, Fifi juga mengalami penyiksaan lainnya yang membuatnya jatuh tak berdaya. Ia bahkan sempat memohon belas kasihan, namun tidak dihiraukan.
“Saya sampai bilang ampun-ampun, sampai saya bilang gitu. Tapi dia nggak dengerin saya. Saya jatuh lemas, rambut saya dijenggut, perut saya dipukul, ditendang sampai jatuh, saya sampai saya ngompol-ngompol,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan pernah dikurung dalam kandang macan. Fifi jugapernah nekat kabur lewat hutan demi menyelamatkan diri. Namun, ia kembali tertangkap.
Butet, korban lainnya, mengaku pernah dirantai dengan rantai gajah dan dijejali kotoran hewan. Dia juga dipaksa tetap tampil meski sedang hamil dan akhirnya dipisahkan dari anaknya setelah melahirkan.
"Saya tidak pernah bisa menyusui anak saya. Bahkan pernah dijejali kotoran gajah hanya karena mengambil makanan," ujar Butet.
Para korban kini mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap seluruh praktik pelanggaran hak asasi manusia di balik pertunjukan sirkus tersebut.
Menanggapi aduan itu, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto berencana memanggil manajemen Taman Safari Indonesia untuk meminta klarifikasi atas dugaan keterlibatan mereka. Sebab, kemungkinan banyak sekali tindak pidana yang terjadi di sirkus tersebut.
"Karena kami ingin mendapatkan informasi yang komprehensif, setelah kami mendapatkan laporan dari para korban, kami juga akan mengupayakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang dilaporkan sebagai pelaku tindakannya," tegas Mugiyanto.
Mugiyanto menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Komnas HAM dan KemenPPPA untuk menjamin pemulihan hak-hak para korban.
Sementara itu, pihak Taman Safari Indonesia membantah semua tuduhan terkait penyiksaan pemain sirkus OCI.
Finky Santika, Kepala Media dan Digital Taman Safari Indonesia Group, menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan hukum maupun bisnis dengan para mantan pemain sirkus OCI.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
