Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 01.05 WIB

Mantan Pemain Ungkap Sisi Kelam Oriental Circus Indonesia yang Tampil di Taman Safari Indonesia: Perbudakan Tersembunyi di Balik Panggung

Sejumlah pemain dari Oriental Circus Indonesia melakukan pertunjukan The Great 50 Show yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12). - Image

Sejumlah pemain dari Oriental Circus Indonesia melakukan pertunjukan The Great 50 Show yang digelar di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/12).

JawaPos.com– Kisah kelam di balik gemerlap pertunjukan sirkus akhirnya terungkap. Sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang dulu tampil di Taman Safari membeberkan pengalaman mengerikan mereka.

Mulai dari eksploitasi, kekerasan fisik, hingga perbudakan. Ironisnya, hal itu terjadi selama bertahun-tahun!

Dalam pertemuan resmi dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, Selasa (15/4) di kantornya, para korban, mayoritas perempuan, mengungkapkan fakta mengejutkan tentang perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami selama ini.

Salah satu korban, Fifi Nur Hidayah, 50, mengungkap bagaimana dirinya menjadi korban penyiksaan hingga mengalami trauma fisik dan mental yang mendalam. “Saya disetrumin pak, badan saya, kelamin saya disetrumin,” ujar Fifi.

Tak hanya disetrum, Fifi juga mengalami penyiksaan lainnya yang membuatnya jatuh tak berdaya. Ia bahkan sempat memohon belas kasihan, namun tidak dihiraukan.

“Saya sampai bilang ampun-ampun, sampai saya bilang gitu. Tapi dia nggak dengerin saya. Saya jatuh lemas, rambut saya dijenggut, perut saya dipukul, ditendang sampai jatuh, saya sampai saya ngompol-ngompol,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan pernah dikurung dalam kandang macan. Fifi jugapernah  nekat kabur lewat hutan demi menyelamatkan diri. Namun, ia kembali tertangkap. 

Butet, korban lainnya, mengaku pernah dirantai dengan rantai gajah dan dijejali kotoran hewan. Dia juga dipaksa tetap tampil meski sedang hamil dan akhirnya dipisahkan dari anaknya setelah melahirkan. 

"Saya tidak pernah bisa menyusui anak saya. Bahkan pernah dijejali kotoran gajah hanya karena mengambil makanan," ujar Butet. 

Para korban kini mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap seluruh praktik pelanggaran hak asasi manusia di balik pertunjukan sirkus tersebut.

Menanggapi aduan itu, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto berencana memanggil manajemen Taman Safari Indonesia untuk meminta klarifikasi atas dugaan keterlibatan mereka. Sebab, kemungkinan banyak sekali tindak pidana yang terjadi di sirkus tersebut. 

"Karena kami ingin mendapatkan informasi yang komprehensif, setelah kami mendapatkan laporan dari para korban, kami juga akan mengupayakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang dilaporkan sebagai pelaku tindakannya," tegas Mugiyanto. 

Mugiyanto menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Komnas HAM dan KemenPPPA untuk menjamin pemulihan hak-hak para korban.

Sementara itu, pihak Taman Safari Indonesia membantah semua tuduhan terkait penyiksaan pemain sirkus OCI.

Finky Santika, Kepala Media dan Digital Taman Safari Indonesia Group, menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan hukum maupun bisnis dengan para mantan pemain sirkus OCI.

Editor: Bayu Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore