Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Agustus 2023 | 13.57 WIB

Waktu Tidur Pembunuh Mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan Disebut Tak Teratur, Keluar Pagi Pulang Tengah Malam

Altafasalya Ardnika Basya, pelaku pembunuhan terhadap juniornya di UI, Muhammad Naufal Zidan.

JawaPos.com - Akbar, teman satu indekos Altafasalya Ardnika Basya, mahasiswa Universitas Indonesia yang kini menjadi tersangka pembunuhan Muhammad Naufal Zidan, tak menyangka jika Altaf nekat membunuh adik tingkatnya pada Rabu (2/8) demi menguasi harta bendanya. 

Meskipun hidup dalam satu atap, Akbar tak mengetahui secara personal keseharian Altaf. Kendati demikian, selama hidup bersama di indekos di bilangan Depok, Jawa Barat, Akbar mengatakan bahwa Altaf terkenal sering begadang hingga tidak tidur sama sekali. Ia memastikan bahwa waktu tidurnya tak teratur.

"Kadang juga jam tidurnya gak teratur, pernah kadang bangun pagi, pernah gak tidur sampai pagi, terus tiba-tiba ada kegiatan," ujarnya kepada wartawan, Senin (7/8).
 
"Atau juga tiba-tiba dia bangunnya siang terus. Saya tahu pasti dia range keluarnya dari jam 10 pagi paling sering sampai malam. Terus dia gak balik atau jam 12 malam dia baliknya," beber Akbar.
 
Untuk kegiatan sehari-hari, ia mengatakan memang mengenal Altaf yang memang sering mengurus masalah Crypto. 
 
"Ya biasalah selalu ngeluh capeknya dan susahnya cari pinjaman untuk mengganti kerugian itu tadi," ungkapnya.
 
Seperti yang disampaikan Altaf saat konferensi pers di Mapolres Metro Depok, Akbar membenarkan bahwa ia memang sering juga terlihat menonton film, salah satunya adalah Narcos yang menjadi inspirasinya dalam melakukan pembunuhan terhadap Zidan.
 
"Itu kalau di preskon dia bilang kan sering nonton film Narcos, nah itu dia kebiasannya itu kalau gak liat Cryptonya ya streaming film gitu," pungkas Akbar.
 
 
Sebelumnya, peristiwa pembunuhan menimpa mahasiswa Fakultas Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) bernama Muhammad Naufal Zidan, 19. Dia ditemukan tewas di dalam kosannya di wilayah Kukusan, Beji, Kota Depok.
 
Wakasatreskrim Polres Metro Kota Depok AKP Nirwan Pohan mengatakan, kasus tersebut dilaporkan ke Polres pada Jumat (4/8) pagi pukul 10.00 WIB. Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik sampah dua lapis.
 
"Mayat terbungkus dalam plastik warna hitam, di bawah kolong tempat tidur. Dalam kamar itu berantakan, tapi terlihat sempat dibersihkan," kata Nirwan di Polres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (4/8).
 
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan membuahkan hasil dengan menangkap pelaku dengan nama Altafasalya Ardnika Basya, 23, dalam waktu 3 jam.
 
Pelaku diketahui senior korban di kampus. "Adik kelas satu jurusan di Fakultas Sastra Rusia, korban adik kelas pelaku dan memang berteman saling mengenal," imbuh Nirwan.
 
Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tewas pada Rabu (2/8). Saat itu, korban tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Kemudian keluarga mengirim orang untuk mengecek korban di kosannya. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tak bernyawa di dalam kantong plastik di kolong tempat tidur.
 
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan beencana dan atau Pasal 351 ayat (5) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal pidana mati.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore