
Joko Widodo
JawaPos.com - Sikap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengancaman akan memperkarakan Veronica Koman Liau disayangkan banyak pihak. Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha menilai, sikah Tjahjo malah memperkeruh suasana.
"Kalau saya menyayangkan ucapan Tjahjo karena memperkeruh suasana," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (12/5).
Tamliha menilai, sikap Tjahjo bisa merugikan citra Presiden Jokowi. Sebab, bisa saja hal itu dimanfaatkan menjadi isu ketidakadilan. "Bukan hanya Tjahjo tapi presiden bisa terkena dampaknya akibat ulah para menterinya," tutur dia.
politikus PPP itu menyatakan, Jokowi itu tidak suka apabila menterinya membuat kegaduhan. Terbukti, Jokowi pernah mencopot Tedjo Edhy Purdijatno dari jabatan Menkopolhukam karena membuat pernyataan yang akhirnya menimbulkan komentar pedas dari masyarakat.
"Pak Jokowi kan orang yang nggak suka ribut-ribut begituan," sebut Tamliha.
Legislator asal Kalimantan Selatan itu mengaku aneh dengan sikap Tjahjo. Sebab, dia mengenal cukup lama Tjahjo yang biasanya tidak emosi seperti itu. Lagi pula, menurutnya, membandingkan pemerintahan adalah hal yang lumrah dan tidak perlu dipersoalkan.
"Boleh dong kita membandingkan sesuai fakta-fakta yang ada," tutur Tamliha.
Kalau memang membandingkan era pemerintahan itu menjadi hal yang tidak wajar, kata dia, sopir truk bisa juga dipersoalkan. "Sopir truk lagi zaman SBY, di belakang truk kan (ada tulisan) lebih baik zaman aku toh. Kan Pak Harto tuh. Kenapa nggak ditangkap supir-supir itu? Kan membandingkan," pungkas Tamliha.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo geram dan memburu Veronica Koman Liau atas orasi kerasnya saat berdemo menuntut pembebasan Basuki Tjahaja Purnama di depan Rutan Cipinang, Selasa (9/5) lalu. Dia mempermasalahkan orasi Veronica yang menyebut bahwa rezim Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Saking geramnya, Tjahjo sampai mengeluarkan beberapa pernyataan keras kepada Veronica. Dia pun menyebarkan data pribadi Veronica melalui aplikasi pesan singkat, WhatsApp kepada wartawan.
"Saya segera akan kirim surat kepada dia. Dalam waktu satu minggu harus mengklarifikasi apa maksud pernyataan terbukanya," kata Tjahjo, Kamis (11/5).
Nah, jika dalam waktu satu minggu Veronica tidak menyampaikan klarifikasi dan menyatakan permintaan maaf, Tjahjo mengancam akan memperkarakannya. "Saya sebagai pembantu presiden dan Mendagri akan melaporkan ke polisi," tegasnya. (dna/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
