
Sylviana Murni
JawaPos.com - Bareskrim Polri telah merampungkan pemeriksaan terhadap Sylviana Murni atau biasa disapa Mpok Sylvi. Dia diperiksa untuk kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov DKI di Kwarda gerakan pramuka DKI tahun anggaran 2014 dan 2015.
Pemeriksaan terhadap Mpok Sylvi disebut begitu kental dengan suasana politik. Di mana, saat ini Sylvi tengah bekampanye untuk bersiap menghadapi pencoblosan pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Sylvi berpasangan dengan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun isu itu langsung dibantah Mabes Polri. “Kita harus bedakan persoalan politik dengan hukum. Tentu beda, kita ini melakukan penegakan hukum,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Jumat (20/1).
Karena menurut Martinus, Bareskrim bekerja atas adanya laporan dari masyarakat. Dan sudah tugasnya Polri menindaklanjuti laporan itu. Salah satu contohnya di kasus yang menyeret nama Mpok Sylvi.
“Penyidik bekerja karena mengumpulkan bukti dari pengaduan masyarakat. Maka dilakukan pemeriksaan untuk mencari bukti, kalau ada (tindak pidana) dilanjutkan, kalau tidak maka dikesampingkan (kasusnya),” tambahnya.
Diketahui, Bareskrim tengah membidik dugaan penyelewangan dana sebesar Rp 6,8 miliar yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta ke Kwarda gerakan pramuka DKI tahun anggaran 2014 dan 2015. (elf/JPG)

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
