
PEKAT: Kabut asap di wilayah HSU, Kalsel, yang mulai mengganggu aktivitas warga, khususnya pengendara baik roda dua atau empat. (Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin/JPG)
JawaPos.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meyelimuti Wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan status Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kembali menunjukkan kategori tidak sehat. Padahal, beberapa waktu terakhir kualitas udara di Kota Palangka Raya sangat baik pascahujan.
Berdasarkan data ISPU dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng pada (21/8) lalu tercatat Particulate Matter (PM-10) di Palangka Raya berada di angka 7 dengan status kualitas udara baik. Tetapi, selama beberapa hari terakhir asap kembali menebal.
“Data di DLH, ISPU di Kota Palangka Raya berdasarkan alat dengan stasiun pantau di Kecamatan Jekan Raya menujukkan kualitas udara di Kota Palangka Raya tidak sehat,” kata Kepala DLH Kalteng Norliani sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (5/9).
Sementara data yang dihimpun Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di DLH Kalteng, pada 1-2 September kualitas udara di Kota Cantik itu menjukkan kualitas sedang. Kemudian Selasa (3/9) PM10 berada pada angka 107 dengan kualitas udara tidak sehat.
Dampak kabut asap itu pun sangat mengganggu proses belajar mengajar. Salah satunya aktivitas di SMPN 1 Palangka Raya. Pelajar menggunakan masker di dalam ruangan untuk mengantisipasi polusi dan sesak napas akibat kabut asap yang menyelimuti sekitar sekolah.
"Pihak sekolah mengimbau semua anak-anak untuk memakai masker guna menghindari terjadinya gangguan pernapasan," kata Kepala SMPN 1 Palangka Raya, Erdiningsih.
Photo
GANGGU BELAJAR: Sejumlah pelajar SMPN 1 Palangka Raya, Kalteng, menggunakan masker sambil belajar, Rabu (4/9). (Denar/Kalteng Pos/JPG)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya menyebut, dalam sehari ada 606 titik api (hotspot) yang diindikasi kuat berasal dari karhutla. Enam daerah terbanyak hotspot ada di Pulang Pisau (133), Kotim (110 titik), Kobar (83 titik), Sukamara (54 titik), Seruyan (47 titik), dan Palangka Raya (45 titik).
"Sementara ISPU berada pada nilai 96 dan parameter mencapai Pm 10 dengan kualitas standar udara berada pada tingkat sedang atau tidak sehat,” kata salah satu prakirawan BMKG Muhammad Arif Rahman kepada Kalteng Pos.
Asap Pekat Kalsel, Hati-Hati Masuk Rawa
Di tempat terpisah, kabut asap juga menyerang Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel). Aktivitas perjalanan warga, baik dari dan menuju titian panjang Desa Palimbang Sari ke Desa Jingah Bujur sepanjang 800 meter terganggu. Bukan titian yang rusak, tapi kepekatan asap jadi penyebab. Alhasil pengendara harus ekstra hati-hati.
"Sangat bahaya. Salah-salah bisa masuk ke dalam rawa yang penuh lumpur. Jadi harus jalan di bawah 20 kilometer per jam. Ini sudah berlangsung seminggu namun yang pekat ya dua hari belakangan ini," kata Yusuf, salah seorang pengajar di Desa Jingah Bujur, Rabu (4/9).
Sementara itu, kejadian serupa juga mengganggu aktivitas pengendara roda empat, baik mobil pribadi dan angkutan di Desa Pinang Habang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara menuju Desa Sungai Buluh Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sopir harus menyalakan lampu kabut dan wizard atau hati-hati.
Kasat Lantas Polres HSU AKP Sabilal Mahmud mengatakan, dalam kondisi kabut tebal, pengemudi harus lebih hati-hati atau mengurangi kecepatan kendaraan. Kemudian menyalakan lampu kabut bila terjadi waktu malam atau pagi hari, serta wizard.
"Tetap fokus sebagai pengendara. Jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sebab dikhawatirkan saat kabut muncul pengendara dari arah berlawanan. Intinya tetap fokus," imbau Sabilal
Sementara itu, Plt Kadinkes HSU dr H Agus Fidliansyah menuturkan, dalam menindaklanjuti serangan kabut ini, pihaknya membagikan masker di sekitar Bundaran Kota Amuntai. Hal ini guna mencegah dan mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat." Masker yang dibagi sekitar 4.000 buah. Kami juga mendistribusikan masker sebanyak 50 ribu buah ke semua Puskesmas di wilayah kerja kami," tandasnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
