Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2024 | 18.48 WIB

Hari Pertama Seri Kedua 5th Jawa Pos Platinum Golf Tournament, Hafal Medan Bukan Berarti Kuasai Kompetisi

ATUR STRATEGI: Dari kiri, Kurnia Herisandi, Hendri Nasim, dan Ramadhan Alwi, peserta seri kedua 75th Jawa Pos Golf Tournament, berdiskusi setelah melakukan tee-off di holo 1 Parahyangan Golf Bandung. - Image

ATUR STRATEGI: Dari kiri, Kurnia Herisandi, Hendri Nasim, dan Ramadhan Alwi, peserta seri kedua 75th Jawa Pos Golf Tournament, berdiskusi setelah melakukan tee-off di holo 1 Parahyangan Golf Bandung.

JawaPos.com – Tidak semua golfer kontestan seri kedua 75th Jawa Pos Platinum Golf Tournament pernah bermain di golf course Parahyangan Golf Bandung. Terlebih memenanginya dalam ajang turnamen pro yang kompetitif.

Karena itu, terbuka bagi kontestan 75th Jawa Pos Platinum Golf Tournament untuk memenangi seri kedua. Seperti yang diungkapkan Benita Y. Kasiadi, salah seorang golfer kontestan turnamen berhadiah total Rp 400 juta tersebut.

Benny, panggilan akrabnya, kali terakhir bermain di golf course terbaik di Asia-Pasifik itu tahun lalu. Tepatnya saat ajang Asian Development Tour (ADT), yaitu di Combiphar Player Championship. Saat itu Benny mampu meraih under 4 dari total 284 kali pukulan yang dia lakukan. ’’Tidak bisa dibandingkan antara sekarang dengan saat itu. Dulu kering, sekarang agak becek,’’ ucapnya.

Menurut Benny, menghafalkan medan dan terbiasa merumput di satu golf course bukan jaminan akan mendominasi turnamen. ’’Lebih ke kesiapan pegolf itu sebelum bertanding,’’ imbuh Benny yang sukses merengkuh predikat Most Improved Player of the Year 2023.

PESERTA LOKAL: Golfer kualifikasi 75th Jawa Pos Platinum Golf Tournament Winson Iskandar (kanan) melakukan tee-off di hole 1 Parahyang Golf Bandung, Senin (4/3).

Dari rata-rata pegolf yang bertarung pada seri kedua 75th Jawa Pos Platinum Golf Tournament, bahkan yang berdomisili di Bandung, tak banyak yang rutin berlatih di Parahyangan Golf. Di antara pegolf yang sering main di sana, ada Asep Saepulloh dan Naraajie Emerald Ramadhanputra. Asep maupun Naraajie sering melatih pegolf anak didiknya di driving range Parahyangan Golf.

Asep mengatakan, menguasai medan bukan berarti menguasai turnamen. Itulah yang dia waspadai selama tiga hari ini. ’’Tergantung kondisi green-nya seperti apa,’’ seloroh Asep.

Termasuk speed green yang konon maksimalnya bisa mencapai 10,5. Cukup cepat jika dibandingkan rata-rata course lain. Tapi, itu bisa bertambah licin jika hujan turun. (ren/c18/ady)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore