
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra dan jajaran menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk membunuh ibu kandungnya. (Istimewa)
JawaPos.com - Aksi keji seorang anak kandung berinisial I, 36, menggemparkan warga Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Hanya karena alasan yang belum memedulikan akal sehat, pemuda ini tega menganiaya ibu kandungnya sendiri, K, 64, hingga meninggal dunia.
Kasus anak durhaka ini dibongkar oleh Polsek Pamulang bersama Polres Tangerang Selatan setelah menemukan sejumlah kejanggalan pada jasad korban.
Peristiwa tragis ini mulai terendus pada Selasa (19/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Pihak kepolisian mendapatkan laporan mengenai adanya seorang lansia yang meninggal dunia di dalam rumahnya dengan kondisi yang tidak wajar.
Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra menjelaskan, setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Berdasarkan hasil olah TKP awal bersama Tim Inafis serta keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian, diketahui bahwa korban sehari-hari tinggal serumah hanya bersama anak kandungnya sendiri, yaitu sdr. I. Saat petugas melakukan pemeriksaan di TKP, ditemukan adanya luka-luka pada tubuh korban yang diduga kuat akibat penganiayaan," ujar Kapolsek Galuh dikutip Senin (25/5).
Awalnya, pelaku I mencoba bersandiwara di hadapan polisi. Ia tidak mengakui perbuatannya dan berusaha mencari alibi untuk menutupi aksi brutalnya. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Kebohongan pelaku I langsung patah oleh bukti-bukti di lapangan.
Setelah diinterogasi secara mendalam oleh pihak penyidik, pelaku akhirnya tidak bisa berkutik. Ia pun mengakui semua perbuatan kejinya yang telah menghabisi nyawa wanita yang melahirkannya tersebut.
Aksi penganiayaan berat ini terjadi saat korban sedang tertidur pulas di kamarnya. Tanpa rasa iba, pelaku menarik kaki ibunya hingga terbangun, lalu melayangkan pukulan bertubi-tubi dengan tangan kosong ke arah kepala dan tubuh korban.
Tak sampai di situ, saat korban terjatuh dari tempat tidur, pelaku justru menendang dan menginjak dada ibunya. Puncaknya, pelaku mengambil sebuah setrika pakaian dan menghantamkannya ke kepala serta tubuh korban berulang kali, hingga kritis dan akhirnya meninggal dunia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
