
Pedagang beras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (10/12/2022). Pemprov DKI Jakarta mengakui ada kenaikan harga sejumlah pangan di Ibu Kota menjelang hari Natal dan tahun baru 2023. kenaikan harga tersebut disebabkan jumlah permintaan yang tinggi. F
JawaPos.com - Perumda Pasar Jaya akhirnya buka suara soal dugaan korupsi bansos yang beredar di media sosial. Dalam dugaan itu, beras busuk yang ada ada di gudang milik Pasar Jaya di Pulo Gadung jadi sorotan. Menanggapi hal itu, pihak Pasar Jaya mengeklaim bahwa itu bukan beras untuk bansos 2020 lalu.
"Untuk beras di gudang Pulo Gadung itu sisa usaha Pasar Jaya dari usaha retail," ujar Sekretaris Perusahaan Perumda Pasar Jaya Muhammad Fachri kepada wartawan, Kamis (19/1).
Fachri menyebut bahwa tugas Pasar Jaya sebagai penyalur bansos sudah selesai secara penuh sejak tahun 2020, sebagaimana yang ditugaskan Dinas Sosial (dinsos) DKI Jakarta.
"Pasar Jaya dalam hal bansos sudah menuntaskan pekerjaannya. Apa yang sudah diamanatkan dinsos untuk penyaluran itu sudah selesai," katanya.
Sejak dulu, ia mengatakan bahwa Pasar Jaya memang memiliki stok beras untuk retail, di Pulo Gadung sendiri, ia menyebut ada sebanyak 920 ton stok beras. Hal itu termasuk dengan yang dijadikan bukti sebagai dugaan korupsi bansos pandemi Covid-19.
Namun begitu, Fachri menegaskan bahwa semua beras untuk bansos sudah disalurkan dan layak dikonsumsi.
"Pasar Jaya pasti akan menjamin bahwa produk yang dikirim ke masyarakat adalah yang layak dan baik," tandasnya.
Sebelumnya, akun Twitter @kurawa menulis kronologi dugaan korupsi program bansos Covid-19 yang dilakukan Pemprov DKI tahun 2020 senilai Rp 3,65 triliun dalam bentuk sembako.
Ia mengatakan, saat itu Dinas Sosial DKI menunjuk 3 rekanan terpilih untuk menyalurkan paket sembako senilai Rp. 3,65 Triliun, yaitu lewat Perumda Pasar Jaya, PT Food Station dan PT Trimedia Imaji Rekso Abadi.
"Dimana porsi terbesar diberikan kepada Perumda Pasar Jaya senilai Rp. 2,85 Triliun, mengapa?" tulis @kurawa dalam akun Twitternya.
Karena curiga, @kurawa mengaku telah menelusuri gudang penyimpanan beras bansos Perumda Pasar Jaya dan mendatangi lokasinya yang ada di Pulogadung, Jakarta Timur. Ia tak menjelaskan secara rinci kapan mendatangi lokasi tersebut.
Namun, @kurawa mengaku menyaksikan 1.000 ton beras dengan bentuk paket 5 kilogram di tempat penyimpanan itu. Ia menyebutkan kondisi beras di gudang itu sudah rusak.
Menurutnya, beras yang rusak itulah yang seharusnya disalurkan pada 2020-2021 untuk warga Ibu Kota. Namun, kata @kurawa, hingga kini beras itu masih berada di tempat penyimpanan tersebut.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
