Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Mei 2025 | 14.39 WIB

Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Sebut Inflasi Jakarta April 2025 Tetap Terjaga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar. (Istimewa) - Image

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar. (Istimewa)

JawaPos.com–Berdasar rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jakarta pada April 2025 sebesar 1,44 persen (mtm), lebih rendah dari bulan lalu (2,00 persen; mtm).

Inflasi April 2025 terutama bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta kelompok transportasi.

”Dengan perkembangan tersebut, inflasi Jakarta pada April 2025 secara tahunan tetap terjaga yaitu sebesar 2,21 persen (yoy), meskipun lebih tinggi dibandingkan nasional (1,95 persen; yoy),” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar.

Dia menjelaskan, inflasi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 6,45 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (8,22 persen; mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh normalisasi tarif listrik khususnya untuk pelanggan pasca bayar setelah berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami inflasi sebesar 1,99 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,87 persen; mtm). Tekanan inflasi pada kelompok ini masih didorong oleh berlanjutnya peningkatan harga emas perhiasan sejalan dengan tren harga emas global.

”Hal ini sebagai imbas dari masih tingginya ketidakpastian global sehingga mendorong meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven. Berdasar historisnya, komoditas emas perhiasan terus mengalami inflasi sejak September 2023 hingga kini, kecuali pada September 2024,” papar Arlyana Abubakar.

Lebih lanjut dia mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut mendorong inflasi Jakarta pada April 2025. Inflasi kelompok ini sebesar 0,16 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan lalu (1,70 persen; mtm).

Tekanan inflasi disebabkan peningkatan harga bawang merah akibat rendahnya pasokan dari wilayah sentra imbas dari siklus produksi yang berada di titik rendah. Selain itu, peningkatan harga bawang putih akibat terbatasnya realisasi impor serta peningkatan harga tomat.

”Inflasi kelompok ini tertahan penurunan harga cabai rawit dan daging ayam ras seiring dengan melimpahnya pasokan dari wilayah sentra di tengah periode petik cabai yang dimulai kembali pasca HBKN Idul Fitri dan normalisasi permintaan daging ayam ras pasca HBKN Ramadhan Idul Fitri,” terang Arlyana Abubakar.

Dia mengatakan, inflasi Jakarta pada April 2025 tertahan deflasi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok transportasi. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar -0,42 persen (mtm).

”Deflasi disebabkan penurunan tarif pulsa ponsel sejalan dengan sinergi pemerintah bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler yang memberikan diskon 50 persen selama Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi 2025,” tutur Arlyana Abubakar.

Kelompok transportasi, lanjut dia, juga deflasi sebesar -0,24 persen (mtm), setelah bulan lalu mencatat inflasi sebesar 0,03 persen (mtm) terutama bersumber dari bensin, tarif angkutan udara, dan angkutan antar kota. Penurunan harga bensin sejalan dengan penurunan BBM non subsidi per 1 April 2025.

”Penurunan tarif angkutan antar kota dan tarif angkutan udara seiring kebijakan diskon selama HBKN Ramadhan Idul Fitri,” ujar Arlyana Abubakar.

Dia menambahkan, inflasi Jakarta yang terkendali pada momen HBKN Ramadhan Idul Fitri tidak terlepas dari hasil sinergi, kolaborasi, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta. Selama April 2025, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain penyelenggaraan pasar murah dan program pangan bersubsidi. Selain itu, kegiatan panen bersama pada mitra PT Food Station Tjipinang Jaya di Desa Mekikis, Kediri.

Kemudian penandatanganan kerja sama antar daerah (KAD) antara PT Food Station Tjipinang Jaya dengan 4 mitra KAD di wilayah Kediri. Kagiatan lain yang dilakukan adalah penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Perumda Dharma Jaya dengan Kementerian Pertanian terkait pemeliharaan dan pengelolaan ternak sapi perah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore