JawaPos.com - Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @bylibra mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pengendara mobil menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat menggunakan jasa joki jalur alternatif menuju kawasan puncak, Bogor.
Awalnya, joki menawarkan bantuan melewati jalur alternatif dengan kesepakatan “bayar seikhlasnya.” Namun, ketika telah sampai tujuan, tukang ojek ini meminta bayaran hingga Rp 850 ribu.
"Bapak nggak ada ngomong sampai jalan raya bapak cuma bilang sini ikut jalur alternatif, saya tanya bayar berapa (bapak bilang) seikhlasnya. Makanya saya cuma ada Rp 150 ribu. Kalau pas sudah sampai bapak bilang Rp 850 itu nggak sesuai, Pak," ucap pengendara di video tersebut.
"Dan bapak bilang mengarahkan 30 menit. Tapi ini sudah 2,5 jam loh (baru sampai)," sambungnya.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke puncak. Disarankan untuk selalu menggunakan aplikasi navigasi tepercaya dan memastikan adanya kesepakatan tarif yang jelas saat menggunakan jasa ojek puncak.
"Disclaimer, memang salah kami karena tidak ada kesepakatan tarif di awal. Bapaknya terus bilang 'seikhlasnya saja.' Pelajaran buat kalian yang mau ke puncak, lebih baik jangan pakai jalur alternatif. Kedua, mending pakai Google Maps saja. Kami diajak muter-muter selama 2,5 jam lewat jalan kecil, mobil sampai lecet. Padahal niat awal kami ikhlas pakai jasa bapaknya untuk membantu pekerjaannya, tapi malah begini," tulisnya.
Pemilik akun TikTok @bylibra pun meng-upload update dari kasus ini. Ia mengucapkan terima kasih terutama kepada Polsek Cisarua dan Polsek Megamendung, Polres Bogor yang telah menindaklanjuti kasus ini dengan cepat.
Oknum tukang ojek itu pun telah membuat video permohonan maaf dan pihaknya telah memaafkan.
"Dan menganggap hal ini sebagai musibah yang tidak untuk diulang serta saya berharap dengan kejadian ini menjadi titik jera terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab. Selanjutnya saya mewakili teman-teman saya berharap dari kejadian tersebut agar bisa dijadikan pelajaran dan supaya tidak ada lagi korban selanjutnya," tulisnya.