Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Oktober 2024 | 23.33 WIB

Nyamuk ber-wolbachia Resmi Ditebar di Kembangan Jakbar, Ribuan Warga Sudah Bersedia jadi Penampungnya

Pemprov DKI Jakarta resmi menebar nyamuk ber-wolbachia di kawasan RW 07 Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Hal itu untuk penanggulangan kasus Demam Berdarah Dengue. (Diskominfotik DKI Jakarta)

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta resmi menebar nyamuk ber-wolbachia di kawasan RW 07 Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Hal itu untuk penanggulangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kecamatan Kembangan menjadi lokasi pertama implementasi program Wolbachia di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
 
Acara tersebut dihadiri Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Yudhi Pramono, Plt. Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Suhairini Eliawati, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati.
 
Uus Kuswanto mengatakan, rangkaian kegiatan penanggulangan DBD dengan metode Wolbachia di Jakarta Barat sudah dimulai sejak wilayah ini dinyatakan sebagai salah satu lokasi implementasi program tersebut, yaitu pada 2023. 
 
Pelaksanaannya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi Penanggulangan Dengue. Jakarta Barat terpilih sebagai salah satu dari lima kota terpilih selain Semarang, Bandung, Kupang, dan Bontang.
 
"Kami melakukan pelatihan bagi para kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) agar mereka dapat membantu pemahaman warga terhadap program ini," ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/10).
 
"Sosialisasi dan edukasi dilakukan secara masif di seluruh wilayah Jakarta Barat dengan berbagai metode, baik tatap muka langsung, media sosial, webinar, pemberian leaflet, serta melalui kanal informasi lainnya," sambung Uus.
 
Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan pendataan OTA (Orang Tua Asuh) yang bersedia untuk dititipkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia. 
 
Hingga kini, jumlah OTA di wilayah Kembangan Utara sebanyak 1.185 orang. Mereka adalah anggota masyarakat yang telah memahami tugasnya untuk menjaga ember-ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.
 
Adapun Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-Wolbachia karena memiliki angka DBD tertinggi pada 2023 dengan insidens rate 54,1 per 100.000 penduduk. 
 
 
"Kecamatan Kembangan memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, warga masyarakatnya dikenal guyub dan suka bergotong royong, sehingga secara prinsip warga disini menerima dengan baik pelepasan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia," punhkas Uus.
 
Untuk diketahui, peningkatan kasus DBD di Jakarta Barat pada 2024 telah terjadi mulai Februari dan mencapai puncaknya pada April sebanyak 799 kasus. 
 
Pada Maret sampai Juni 2024, jumlah kasus berada di atas nilai maksimal lima tahun terakhir. Selanjutnya, kasus mulai menurun pada Juli dan pada September tercatat sebanyak 73 kasus.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore