Petugas BPBD mengevakuasi tujuh mayat yang ditemukan di Kali Bekasi, Minggu (22/9). (BPBD Kota Bekasi)
JawaPos.com - Kompolnas telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk mempertanyakan penemuan 7 mayat di Kali Bekasi. Selain menemui penyidik Polres, Kompolnas juga mewawancarai 3 remaja yang ditetapkan sebagai tersangka.
Anggota Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan, 3 tersangka mengakui berkumpul di sekitar Kali Bekasi untuk melakukan tawuran, bukan untuk merayakan ulang tahun. Kelompok ini memakai kode ajakan 'pesta' kepada anggotanya agar bisa berkumpul.
"Kodenya kan pesta, syukuran, ulang tahun dan sebagainya itu merujuk ke Tawuran. Mengelabui orang tua," kata Poengky kepada wartawan, Jumat (27/9).
Ketiga tersangka juga memastikan tidak ada pesta ulang tahun pada malam kejadian. Kode tersebut dipakai mengarah le tawuran.
"Saya tanya ketiga tersangka itu. Siapa yang ulang tahun, kok ada pesta? Mereka jawab tidak ada yang ulang tahun, Bu. Itu artinya ngajak tawuran," imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 7 mayat ditemukan mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Mayat itu ditemukan pertama kali oleh warga dengan jarak yang tak berjauhan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan, penemuan tujuh mayat itu pertama kali dilaporkan warga yang tengah mencari kucing yang hilang di sekitar Kali Bekasi.
Saat itu, ia kemudian menemukan sebanyak lima mayat yang mengapung di Kali Bekasi dan dilaporkan ke saksi lainnya.
Setelah itu, pihak kepolisian beserta tim dari BPBD melakukan penyusuran dan ditemukan dua korban lain. Sehingga, total ada tujuh mayat di kali tersebut.
"Selanjutnya Anggota Polsek Jatiasih dipimpin Kapolsek Jatiasih mendatangi TKP dan benar mendapati tujuh orang mayat di kali Bekasi yang selanjutnya di evakuasi," ujar Priadi kepada wartawan, Minggu (22/9).
- Kompolnas telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk mempertanyakan penemuan 7 mayat di Kali Bekasi. Selain menemui penyidik Polres, Kompolnas juga mewawancarai 3 remaja yang ditetapkan sebagai tersangka.
Anggota Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan, 3 tersangka mengakui berkumpul di sekitar Kali Bekasi untuk melakukan tawuran, bukan untuk merayakan ulang tahun. Kelompok ini memakai kode ajakan 'pesta' kepada anggotanya agar bisa berkumpul.
"Kodenya kan pesta, syukuran, ulang tahun dan sebagainya itu merujuk ke Tawuran. Mengelabui orang tua," kata Poengky kepada wartawan, Jumat (27/9).
Ketiga tersangka juga memastikan tidak ada pesta ulang tahun pada malam kejadian. Kode tersebut dipakai mengarah le tawuran.
"Saya tanya ketiga tersangka itu. Siapa yang ulang tahun, kok ada pesta? Mereka jawab tidak ada yang ulang tahun, Bu. Itu artinya ngajak tawuran," imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 7 mayat ditemukan mengapung di Kali Bekasi, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Mayat itu ditemukan pertama kali oleh warga dengan jarak yang tak berjauhan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Priadi Santoso mengatakan, penemuan tujuh mayat itu pertama kali dilaporkan warga yang tengah mencari kucing yang hilang di sekitar Kali Bekasi.
Saat itu, ia kemudian menemukan sebanyak lima mayat yang mengapung di Kali Bekasi dan dilaporkan ke saksi lainnya.
Setelah itu, pihak kepolisian beserta tim dari BPBD melakukan penyusuran dan ditemukan dua korban lain. Sehingga, total ada tujuh mayat di kali tersebut.
"Selanjutnya Anggota Polsek Jatiasih dipimpin Kapolsek Jatiasih mendatangi TKP dan benar mendapati tujuh orang mayat di kali Bekasi yang selanjutnya di evakuasi," ujar Priadi kepada wartawan, Minggu (22/9).