Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 18.48 WIB

Sumber yang Tak Pernah Habis, Berikut Cara Membangun Koneksi dengan Rasulullah

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Salah satu amalan yang bisa diperbanyak di momen ulang tahun Nabi Muhammad yang jatuh pada hari ini, Jumat (5/9) atau 12 bulan Rabiul Awal adalah dengan memperbanyak melakukan sholawat untuk baginda Rasul.

Ibarat sumber, Rasulullah merupakan sumber mata air maha besar yang tak akan pernah habis. Kita bersholawat manfaatnya sebenarnya bukan untuk Nabi Muhammad. Sebab, beliau sudah dijamin akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan karena merupakan manusia ciptaan-Nya yang paling mulia.

Kita memperbanyak membaca sholawat untuk baginda Nabi sejatinya manfaatnya akan dirasakan oleh diri kita sendiri untuk mendapatkan kebaikan dan keberkahan. Rasulullah merupakan sumber yang tak akan pernah habis. Manfaatnya tidak hanya dirasakan di akhirat kelak dimana Rasulullah memberikan syafaat untuk umatnya, tapi juga di kehidupan dunia.

Sholawat yang berisi doa sekaligus sanjungan untuk Nabi Muhammad bukan hanya dilakukan oleh kita selaku umatnya. Tapi juga dilakukan oleh Allah dan para malaikat-Nya, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:

   إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Artinya: “Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada nabi serta berikan salam kepadanya.”   

Memperbanyak bersholawat merupakan cara kita untuk membangun koneksi batin dengan Nabi Muhammad. Memperbanyak sholawat dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, terutama pada bulan kelahiran Nabi.

Melaksanakan ibadah kepada Allah kemungkinannya diterima atau ditolak oleh Allah. Menariknya, membaca sholawat untuk Nabi pasti akan diterima oleh Allah. Hal itu dijelaskan Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya halaman 48: 

وَأَنَّ جَمِيعَ الْأَعْمَالِ مِنْهَا الْمَقْبُولُ وَمِنْهَا الْمَرْدُودُ إِلَّا الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّهَا مَقْطُوعٌ بِقَبُولِهَا إِكْرَامًا لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحُكِيَ اتِّفَاقُ الْعُلَمَاءِ عَلَى ذَلِكَ

Artinya, “Semua amal ibadah berpotensi diterima dan ditolak Allah kecuali sholawat Nabi SAW karena ibadah sholawat dipastikan penerimaannya sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ijma’ ulama menghikayatkan masalah ini,”  

Selain itu, Nabi Muhammad dalam hadist mengungkapkan keutamaan membaca sholawat, salah satunya dalam hadits berikut:

 مَنْ صلَّى عَلَيَّ صلاَةً، صلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عشْرًا

Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim). 

Sayyid Muhammad Al-Maliki dalam Madza fis Sya’ban, dilansir dari NU Online, mengungkapkan beberapa keutamaan bersholawat. Salah satunya, akan diangkat derajatnya oleh Allah, ditambah beberapa kebaikan, dan beberapa kejelekannya akan dihapus.

Tak hanya itu, bersholawat kepada Nabi juga bisa menjadi sebab dihilangnya kefakiran dan dilimpahkannya beberapa kebaikan. Dan menariknya, manfaat ini bukan hanya dirasakan oleh diri sendiri, tapi juga dapat dirasakan keluarga.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore