Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 04.32 WIB

Nvidia Gandeng Poolside dalam Kesepakatan USD 6 Miliar untuk Bangun Model AI Open-Weight

Nvidia Gandeng Poolside dalam Kesepakatan USD 6 Miliar untuk Bangun Model AI Open-Weight/ Foto: (Silicon Republic) - Image

Nvidia Gandeng Poolside dalam Kesepakatan USD 6 Miliar untuk Bangun Model AI Open-Weight/ Foto: (Silicon Republic)

JawaPos.com — Nvidia memperluas pertarungannya di industri kecerdasan buatan dari cip ke model AI. Perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu dilaporkan akan memanfaatkan kesepakatan lisensi senilai USD 6 miliar atau sekitar Rp106,32 triliun (kurs Rp17.720 per dolar AS), dengan startup Poolside untuk mengembangkan model AI berbobot terbuka (open-weight) yang dapat menandingi DeepSeek dan Moonshot dari Tiongkok.

Dilansir dari Silicon Republic, Selasa (25/8/2026), model open-weight memungkinkan bobot terlatih dijalankan dan disesuaikan sendiri, sehingga pengembang dapat mengurangi biaya dan menyesuaikan model dengan kebutuhan mereka. Bagi Nvidia, langkah ini memperluas posisi perusahaan dari pemasok infrastruktur menjadi pengembang teknologi AI.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Nvidia berencana menggunakan kesepakatan USD 6 miliar tersebut untuk membangun salah satu model open-weight paling kuat di dunia. Komitmen Nvidia kepada Poolside mencapai USD 7 miliar, termasuk investasi ekuitas USD 1 miliar pada valuasi prauang USD 12 miliar. Valuasi Poolside itu melonjak empat kali lipat dari USD 3 miliar pada 2025.

Didirikan pada 2023, Poolside mengembangkan seri model Laguna yang cukup kecil untuk dijalankan pada satu GPU Nvidia DGX. Sebanyak 109 karyawan Poolside dilaporkan akan bergabung dengan Nvidia untuk mengerjakan Nemotron, proyek perusahaan yang berfokus pada model open-weight. Namun, transaksi tersebut bukan akuisisi penuh karena lisensinya bersifat non-eksklusif dan pimpinan Poolside tetap menjalankan proyek sendiri.

Secara strategis, keputusan ini berpotensi membuat Nvidia berhadapan dengan perusahaan AI Amerika yang selama ini didukungnya, termasuk OpenAI dan Anthropic. Keduanya banyak mengembangkan model tertutup dengan kebutuhan komputasi besar. Sebaliknya, model open-weight menawarkan biaya operasional lebih rendah dan ruang kustomisasi lebih luas bagi perusahaan, pengembang, universitas, serta lembaga publik.

Persaingan semakin relevan karena Tiongkok memiliki posisi kuat dalam distribusi model terbuka. Data Hugging Face yang dikutip Silicon Republic menunjukkan Qwen milik Alibaba dan model terkait telah mencatat lebih dari 3 miliar unduhan dalam enam bulan. Angka tersebut jauh melampaui model Google, OpenAI, Meta, dan pesaing lain, menunjukkan pentingnya distribusi dalam persaingan AI.

Huang sendiri telah menempatkan keterbukaan model sebagai bagian dari strategi kepemimpinan Amerika Serikat. Dalam surat yang diterbitkan pada Juli, dia menulis, “Kepemimpinan AI kita akan dinilai bukan dari satu model AI terdepan, melainkan dari apakah Amerika Serikat membangun ekosistem yang kuat dan terbuka yang menyebar ke setiap sektor.”

Lebih jauh, Huang mengatakan, “Model berbobot terbuka memperluas akses ke ekonomi AI. Perusahaan rintisan, bisnis mapan, universitas, dan lembaga publik dapat membangun di atas model canggih tanpa harus melatihnya dari awal atau membayar harga model terdepan untuk setiap tugas.” Dia juga memperingatkan, “Mengandalkan hanya model tertutup pada dasarnya tidak aman; model tersebut dapat dibobol, disalahgunakan, atau gagal dengan cara yang tidak dapat dideteksi pihak luar.”

Bagi Nvidia, Poolside bukan langkah pertama untuk memperoleh teknologi dan talenta melalui struktur semacam ini. Pada 2025, Nvidia membuat kesepakatan lisensi dengan Groq yang diikuti perekrutan banyak talenta. Pada tahun yang sama, perusahaan mengeluarkan lebih dari USD 900 juta atau sekitar Rp15,95 triliun untuk merekrut CEO Enfabrica Rochan Sankar dan karyawan lain sekaligus melisensikan teknologi startup tersebut. Nvidia juga dilaporkan berdiskusi dengan pembuat cip Korea Selatan Rebellions untuk kemitraan serupa.

Dengan Poolside, arah strategi Nvidia semakin jelas: perusahaan tidak hanya ingin menjadi pemasok mesin bagi perlombaan AI, tetapi ikut membentuk model yang digunakan di dalamnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi respons terhadap dominasi model terbuka Tiongkok dan memperkuat taruhan Huang pada ekosistem AI yang terbuka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore