
Seorang prajurit Israel Defense Forces (IDF) tampak menghancurkan patung Yesus Kristus di Lebanon selatan dalam gambar yang diunggah ke media sosial pada 19 April 2026 (The Times of Israel)
JawaPos.com - Gelombang kecaman internasional mencuat setelah beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus Kristus di wilayah Lebanon selatan.
Gambar tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi luas, terutama terkait dugaan pelanggaran terhadap simbol keagamaan di tengah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.
Foto itu memperlihatkan seorang prajurit menggunakan palu besar untuk merusak patung Yesus yang berada di pinggiran Desa Debl, dekat perbatasan Israel. Aksi itu segera menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, politisi, dan masyarakat sipil yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penodaan simbol agama.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (20/4/2026), militer Israel mengonfirmasi keaslian foto yang telah ditonton lebih dari 5 juta kali di platform X tersebut. Dalam pernyataannya, pihak militer Israel menyebut bahwa gambar itu "menunjukkan seorang tentara yang sedang beroperasi di Lebanon selatan," yakni wilayah yang sejak bulan lalu menjadi lokasi operasi darat Israel.
Operasi itu berlangsung beriringan dengan serangan udara dalam eskalasi konflik kawasan yang turut melibatkan Iran serta mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, pihak militer Israel menyatakan bahwa investigasi internal telah dibuka. Mereka menegaskan bahwa "langkah yang tepat akan diambil terhadap pihak yang terlibat sesuai dengan hasil penyelidikan." Pernyataan ini menunjukkan adanya pengakuan resmi sekaligus upaya meredam kritik internasional yang terus berkembang.
Sementara itu, reaksi keras datang dari kalangan politisi Palestina di Israel. Ayman Odeh, anggota parlemen Israel, melontarkan sindiran tajam melalui media sosial dengan nada sarkastik: "Kita tunggu saja apakah nantinya akan ada pernyataan resmi yang menyebut bahwa prajurit tersebut 'merasa terancam oleh sosok Yesus'." Pernyataan ini mencerminkan kritik terhadap narasi keamanan yang kerap digunakan dalam berbagai insiden serupa.
Senada dengan itu, Ahmad Tibi, seorang politisi Palestina yang juga anggota parlemen Israel (Knesset) menyampaikan kritik keras terhadap insiden tersebut. Dalam unggahannya di Facebook, ia menyoroti adanya pola tindakan yang dinilai berulang tanpa konsekuensi hukum: "Ketika perusakan masjid dan gereja di Gaza, hingga tindakan merendahkan rohaniwan Kristen di Yerusalem, dibiarkan tanpa pertanggungjawaban, maka tidak mengherankan jika ada yang merasa bebas merusak patung Yesus Kristus dan bahkan menyebarkannya ke publik."
Ia bahkan turut menyinggung kontroversi yang melibatkan Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan, "Mungkin para rasis ini juga belajar dari Donald Trump untuk menghina Yesus Kristus dan Paus Leo?"
Di sisi lain, kecaman tidak hanya datang dari aktor politik timur tengah, tetapi juga dari akademisi dan aktivis yang menyoroti pola serangan terhadap situs keagamaan. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apa yang mereka sebut sebagai "diamnya dunia Barat" terhadap insiden-insiden semacam ini. Ahmad Tibi menambahkan, "Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis dan penjajah akan melangkah lebih jauh."

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
