Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 22.22 WIB

Donald Trump Murka Usai Serangan Israel ke Ladang Gas Iran Dilakukan Tanpa Sepengetahuan Washington

Presiden AS Donald Trump. (David Becker/Reuters/Files) - Image

Presiden AS Donald Trump. (David Becker/Reuters/Files)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya usai serangan Israel ke ladang gas South Pars di Iran, yang disebut dilakukan tanpa sepengetahuan Washington. Pernyataan keras itu sekaligus memunculkan sinyal renggangnya hubungan antara AS dan Israel di tengah konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (18/3), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui rencana serangan tersebut. la juga membantah keterlibatan Qatar dalam insiden yang memicu eskalasi baru di kawasan Teluk.

Dalam pernyataannya, Trump juga secara tegas membela Qatar yang ikut terdampak dalam eskalasi konflik di kawasan Teluk. Ia menekankan bahwa negara tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan serangan ke fasilitas energi Iran.

“Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan ini, dan Qatar sama sekali tidak terlibat atau mengetahui hal itu akan terjadi,” tulis Trump.

Serangan Israel ke South Pars Gas Field, salah satu ladang gas terbesar di dunia—dilaporkan hanya mengenai sebagian kecil fasilitas. Namun dampaknya memicu ketegangan baru di kawasan, terutama setelah Iran membalas dengan menyerang fasilitas LNG milik Qatar.

Trump pun meluapkan kemarahannya kepada Iran atas serangan balasan tersebut. Ia menyebut tindakan Teheran sebagai tidak adil dan tidak berdasar, karena dilakukan tanpa mengetahui fakta terkait serangan awal.

“Sayangnya, Iran tidak mengetahui fakta-fakta penting terkait serangan South Pars, dan secara tidak adil menyerang fasilitas LNG Qatar,” ujarnya.

Lebih jauh, Trump mengeluarkan peringatan keras yang jarang ia lontarkan. Ia mengancam akan menghancurkan seluruh fasilitas South Pars jika Iran kembali menyerang Qatar.

“Jika Iran secara tidak bijak kembali menyerang Qatar, maka Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan menghancurkan seluruh South Pars dengan kekuatan yang belum pernah disaksikan sebelumnya,” tegasnya.

Meski demikian, Trump mengaku enggan mengambil langkah ekstrem tersebut karena mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi Iran. Namun ia menegaskan tidak akan ragu bertindak jika situasi terus memburuk.

Di sisi lain, Trump juga mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap langkah militer Israel. Ia bahkan menyebut tidak akan ada lagi serangan lanjutan terhadap South Pars oleh Israel, sebuah pernyataan yang dinilai sebagai sinyal peringatan kepada pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya, laporan Associated Press menyebut Israel tetap melancarkan serangan ke South Pars meski Amerika Serikat telah menarik dukungannya terhadap rencana tersebut. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Israel mulai bertindak lebih independen dalam konflik yang kini telah memasuki hari ke-20.

Pernyataan Trump memperlihatkan dinamika baru dalam konflik Timur Tengah, di mana sekutu utama seperti AS dan Israel tampak tidak sepenuhnya sejalan dalam strategi menghadapi Iran. Sementara itu, ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat, terutama setelah serangan balasan yang menyasar fasilitas energi lintas negara.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore