Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 18.08 WIB

Pakistan–Afghanistan Sepakat Hentikan Sementara Konflik Saat Idul Fitri, Dunia Dorong Gencatan Senjata Permanen

Saling serang antara Pakistan dan Afghanistan berpotensi jadi perang terbuka. (Al-Jazeera) - Image

Saling serang antara Pakistan dan Afghanistan berpotensi jadi perang terbuka. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara permusuhan selama perayaan Idul Fitri pekan ini, di tengah meningkatnya eskalasi konflik berdarah antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Kesepakatan 'jeda tempur' ini diumumkan pada Rabu (18/3) oleh Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar. Ia menyebut penghentian sementara konflik akan berlangsung mulai tengah malam Kamis hingga tengah malam Selasa mendatang.

Menurut Tarar, mengutip Al-Jazeera, keputusan tersebut diambil atas dorongan sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, yang meminta kedua pihak menahan diri selama momentum hari raya umat Muslim.

“Pakistan menawarkan langkah ini dengan itikad baik dan sejalan dengan norma-norma Islam,” ujar Tarar melalui unggahan di media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pakistan tidak akan tinggal diam jika terjadi pelanggaran selama masa jeda tersebut.

“Jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau aksi teror di dalam Pakistan, maka operasi akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, juru bicara pemerintah Taliban di Afghanistan juga menyatakan pihaknya akan menghentikan sementara operasi militer terhadap Pakistan.

Konflik Memanas dalam Beberapa Pekan Terakhir

Kesepakatan ini muncul di tengah ketegangan tinggi antara kedua negara, yang disebut sebagai salah satu konflik terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi memanas sejak akhir Februari, ketika Taliban melancarkan operasi militer di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang 2.640 kilometer yang memisahkan Afghanistan dan Pakistan.

Operasi itu disebut sebagai respons atas serangan udara Pakistan yang menewaskan banyak korban.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Kabul, ketika Afghanistan menuduh militer Pakistan menewaskan ratusan orang dalam serangan udara ke pusat rehabilitasi narkoba.

Pakistan dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera Arabic, otoritas Pakistan menyebut serangan mereka hanya menyasar 'infrastruktur teroris dan lokasi militer'.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sedikitnya 143 orang tewas dalam insiden di Rumah Sakit Omar Addiction Treatment, fasilitas dengan kapasitas 2.000 tempat tidur. Namun, jumlah korban ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Dampak Kemanusiaan Meningkat
Konflik yang terus berlangsung telah memicu kekhawatiran global, terutama terkait dampak kemanusiaan dan sistem kesehatan di Afghanistan.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore