
DIMANA? Rob Stewart.
JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti dunia perfilman dokumenter. Salah seorang sineas spesialis dokumenter kehidupan laut, Rob Stewart, dikabarkan hilang sejak 31 Januari lalu.
---
FILMMAKER kelahiran Kanada, 28 Desember 1979, itu diduga hilang saat melakukan syuting lanjutan serial dokumenternya, Sharkwater. Adik Stewart, Alexandra, menjelaskan bahwa sang kakak kala itu menyelam bersama tim kecil. Ketika hilang, kakaknya memasuki hari ketiga penyelaman dengan kedalaman sekitar 70 meter.
’’Mereka saat itu berada di sekitar bangkai kapal Queen of Nassau, dekat Karang Alligator sekitar 6 mil (9,7 km) dari lepas pantai Islamorada, Florida,’’ ungkapnya sebagaimana dikutip Miami Herald. Lokasi tersebut dikenal sebagai titik penyelaman favorit dengan banyak bangkai kapal.
Meski tidak berada di kawasan dengan limbah berbahaya, Stewart dan timnya memilih menyelam dengan peralatan selam closed circulation, yakni rebreather. ’’Dengan alat itu, karbon dioksida yang diembuskan penyelam didaur ulang. Berbeda dengan scuba diving konvensional yang membuang embusan napas ke perairan di sekitarnya,’’ jelas perwakilan tim konservasi Sea Shepherd via e-mail. Upaya tersebut memungkinkan pengambilan gambar berlangsung lancar karena tidak ada gelembung yang mengganggu aktivitas biota laut.
Pihak Sea Shepherd mengonfirmasi, para tim penyelam itu kembali ke permukaan pada 31 Januari pukul 17.15 waktu setempat. ’’Mereka naik ke boat, lalu pingsan. Ketika kru kami akan mengangkat Rob, dia sudah tidak tampak,’’ ujarnya.
Padahal, menurut Alexandra, begitu mengapung, sang kakak sudah memberikan isyarat OK buat kru. Para kru penyelamat berspekulasi bahwa Stewart pingsan dan terbawa arus. Alexandra menyatakan bahwa alat kontrol pelampung sang kakak tidak berfungsi baik. Akibatnya, life jacket tidak bisa mengembang. ’’Kami yakin dia selamat, mengingat pencarian masih dilakukan di permukaan. Kuncinya, dia bisa segera ditemukan,’’ kata Alexandra.
Tim produksi Sharkwater kini membuka akun di situs penggalangan dana gofund.me untuk mengumpulkan biaya pencarian. Tim pengamanan serta search and rescue (SAR) setempat juga mengerahkan tim untuk penyelaman dan pencarian udara.
Orang tua Stewart, Sandy dan Brian, optimistis putranya selamat. ’’Kami percaya, dia adalah tipe orang yang bakal bertahan hidup,’’ tegas sang ayah, Brian, sebagaimana dikutip Global News.
Ibu Stewart, Sandy, menegaskan bahwa kondisi putranya sangat baik. Sandy berharap kans selamat sangat tinggi. ’’Dia adalah perenang dan penyelam yang hebat. Dia juga sudah melakukan hal ini ribuan kali,’’ ungkapnya.
Kecintaan Stewart pada laut dimulai sejak masih remaja. Pada usia 13 tahun, dia telah tercatat sebagai salah seorang fotografer laut dalam. Lima tahun berselang, dia memegang lisensi menyelam. Pemegang gelar sarjana biologi, zoologi, dan biologi kelautan itu mulai menggarap dokumenter Sharkwater pada usia 22 tahun. Karya tersebut menuai respons positif.
Pada 2007, Sharkwater memenangkan sekitar 40 piala dari beragam ajang penghargaan. Sementara itu, lanjutannya –Revolution– mengumpulkan sekitar 10 piala. Stewart juga mendapat apresiasi para kritikus. ’’Karyanya tentang ikan hiu tidak tertandingi,’’ tutur filmmaker spesialis alam liar veteran, Jeff Turner, sebagaimana dikutip CBC News.
Di pihak lain, pemilik Toronto Scuba Center Peter Mikhail mengungkapkan bahwa Sharkwater menggugah kepedulian orang pada ikan hiu. ’’Sepanjang sejarah, hiu digambarkan dengan buruk. Stewart berhasil mengubah citra ’hubungan’ antara manusia dan hiu,’’ terangnya. (fam/c14/ayi)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
