Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2016 | 02.09 WIB

Sumarti, Korban Bankir Inggris yang Sadis itu Punya Kesempatan Kabur, Tetapi...

BEDA: Rurik Jutting (dua dari kiri) sebelum masuk ruang sidang. - Image

BEDA: Rurik Jutting (dua dari kiri) sebelum masuk ruang sidang.

JawaPos.com – Teror yang dilakukan Rurik Jutting, bankir Inggris pembunuh dua perempuan Indonesia, benar-benar brutal. Sangking brutalnya, salah seorang korban Sumarti Ningsih, tidak bisa berpikir jernih untuk kabur dari apartemen pelaku.



Terungkap dalam sidang yang dihelat di Hongkong, Rabu (2/11), Sumarti sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dari cengkraman Jutting. Kesempatan itu datang ketika Jutting pergi keluar untuk beli kokain dan alkohol. Namun, perempuan yang bekerja sebagai pekerja seks komersial itu terlalu takut untuk kabur.



Tidak hanya sekali kesempatan melarikan diri itu datang. Perempuan 23 tahun itu juga bisa melepaskan diri saat Jutting tidur. Namun, itu tidak dilakukan. Selain itu, dalam salah satu kesempatan, Jutting pernah menyerahkan pisau yang digunakan untuk menggorok leher Sumarti kepada Sumarti. Tetapi, pisau itu diberikan kembali kepada Jutting.



Sumarti adalah korban pertama Jutting. Dia disekap selama tiga hari sebelum akhirnya dibunuh dengan sadis. Tubuhnya dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam koper. Koper itu kemudian diletakkan begitu saja di balkon apartemen Jutting yang mewah.



Dr Kavin Chow Kit-Wan, psikiater negara yang ditunjuk tim jaksa penuntut umum mengatakan kalau Jutting beberapa kali keluar apartemennya. ”Jutting mengatakan kalau Sumarti tidak pergi ketika dia pergi beli kokain dan alkohol dan tidak pergi juga saat dia ketiduran,” kata Chow. ”Jutting malah menyuruh Sumarti untuk pergi tetapi dia tidak mau dan ketakutan,” tambahnya.



Berdasar pemeriksaan Chow, Jutting memang memiliki gangguan psikologis. Namun ada diagnosis yang berbeda dari dugaan psikiater sebelumnya, Dr Richard Latham, yang ditunjuk tim pembela Jutting.



Latham mengatakan kalau Jutting melakukan kejahatan sadis itu karena tidak bisa mengontrol dirinya akibat pengaruh kokain plus alkohol dan ditambah semua gangguan pikologis yang diidapnya. Tetapi, Chow memaparkan sebaliknya. Kata Chow, berdasar bukti-bukti, meskipun kontrol diri Jutting teracuni alkohol dan kokain, Jutting memahami konsekuensi dan akibat dari pembunuhan tersebut. (Daily Mail/SCMP/tia)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore