
Paus Leo XIV muncul di loggia tengah Basilika Santo Petrus setelah terpilih sebagai paus ke-267 Gereja Katolik Roma, di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025. (Foto AP/Alessandra Tarantino)
JawaPos.com – Terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik menandai babak baru dalam sejarah Vatikan. Namun, jauh sebelum menduduki tahta St. Petrus, Leo XIV sudah menjalin hubungan erat dengan dua pendahulunya, Paus Fransiskus dan Paus Benediktus XVI. Kedekatan tersebut tak hanya terlihat dalam kolaborasi pastoral, tetapi juga dalam berbagai penugasan penting di Vatikan.
Kedekatan dengan Paus Fransiskus
Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost, merupakan sosok kepercayaan Paus Fransiskus. Pada Januari 2023, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, menggantikan Kardinal Marc Ouellet. Jabatan ini memberinya tanggung jawab besar dalam proses seleksi dan pengangkatan uskup di seluruh dunia.
Penunjukan tersebut menandai tingginya kepercayaan Paus Fransiskus terhadap kompetensi dan dedikasi Prevost dalam membangun struktur gereja yang lebih inklusif dan transparan. Tidak berselang lama, pada Juli 2023, Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatannya sebagai kardinal dalam konsistori yang dijadwalkan pada September 2023, membuka jalannya menuju posisi strategis di Vatikan.
Sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, Prevost terlibat dalam reformasi struktural yang diinisiasi oleh Paus Fransiskus, termasuk memperkuat transparansi dalam penanganan kasus sensitif di Gereja. Keterlibatannya mencerminkan visi yang sejalan dengan reformasi yang diusung oleh Paus Fransiskus.
Jejak Bersama Paus Benediktus XVI
Sebelum dikenal sebagai tangan kanan Paus Fransiskus, Paus Leo XIV telah lebih dulu memiliki hubungan profesional dengan Paus Benediktus XVI. Ketika Benediktus XVI memimpin Vatikan, Prevost menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus dari 2001 hingga 2013. Dalam peran tersebut, ia memimpin ordo religius yang tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, ketika ia melakukan kunjungan ke Papua pada tahun 2003.
Selama era Benediktus XVI, Prevost berperan dalam memperkuat misi pastoral dan struktur ordo, memimpin komunitas religius untuk lebih aktif melayani masyarakat. Dari pengalaman ini, ia mendapatkan fondasi teologis yang kuat dan pemahaman yang mendalam akan ajaran Gereja Katolik.
Kini, sebagai Paus Leo XIV, ia membawa jejak warisan dari dua pendahulunya. Dari Paus Benediktus XVI, ia mendapatkan keteguhan dalam menjaga ajaran Gereja yang ortodoks dan doktrin yang solid. Sementara dari Paus Fransiskus, ia mewarisi semangat reformasi, inklusivitas, dan kepedulian terhadap kaum marginal.
Dalam pidato perdananya sebagai Paus, Leo XIV menegaskan pentingnya perdamaian, dialog lintas agama, dan solidaritas terhadap mereka yang terpinggirkan. Sikap ini menunjukkan kesinambungan antara ajaran Benediktus XVI dan visi progresif Fransiskus yang kini ia emban sebagai penerus.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
