JawaPos.com - Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah Human Metapneumovirus (HMPV) di Tiongkok, virus yang disebut mirip Covid-19, pakar kesehatan di India dilaporkan mengklaim bahwa virus tersebut telah diamati di India beberapa kali.
Dilansir dari laman Mint, virus tersebut dikatakan telah diamati kemunculannya terutama selama musim dingin. Seorang dokter anak di Rumah Sakit Sir Ganga Ram, Dr. Suresh Gupta, menjelaskan kepada Business Today bahwa HMPV bukanlah virus baru dan telah dikenal selama lebih dari dua dekade.
Dia juga menambahkan bahwa virus ini biasanya muncul selama musim dingin dan berperilaku mirip dengan influenza atau demam virus pada umumnya.
“Sebagian besar kasus muncul dengan gejala seperti pilek, batuk, dan demam, yang dapat sembuh dengan sendirinya dan dapat ditangani dengan pengobatan umum di rumah. Anak-anak jarang memerlukan rawat inap, karena infeksinya umumnya ringan,” kata Dr.Gupta.
Selain itu, seorang konsultan senior, Dr Bobby Bhalotra, menyebutkan bahwa HMPV telah ditemukan di India beberapa kali, terutama selama musim dingin. "HMPV telah diamati di India beberapa kali, terutama selama musim dingin," katanya seperti dikutip oleh Business Today.
Dia menambahkan, sejauh ini, kasus yang juga mulai terlihat di India itu dikatakan masih dalam kategori ringan. "Strain virus ini terdeteksi di India umumnya dianggap ringan. Ini terutama menyajikan gejala demam virus ringan," kata Dr. Bobby.
Apa itu Human Metapneumovirus (HMPV)? Human metapneumovirus atau HMPV adalah virus pernapasan umum yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah dan atas (seperti pilek).
Banyak yang menyebut, terutama Tiongkok sendiri, virus tersebut adalah penyakit musiman yang biasanya terjadi pada musim dingin dan awal musim semi, mirip dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan flu.
HMPV bukanlah virus yang baru ditemukan. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 2001, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Namun karena sempat viral dan menyesaki rumah sakit di Tiongkok, banyak yang khawatir bahwa virus ini akan menjadi seperti kasus virus Covid-19 yang menggemparkan dunia beberapa waktu lalu.