Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 23.25 WIB

Hatinya Hancur Kafani Ratusan Jenazah Korban Serangan Brutal Israel, Sosok Abu Saher Al Maghari Bagikan Kisah Pilu

Abu Saher Al-Maghari, orang yang telah mengafani jenazah korban serangan israel di Gaza (Attiya Darwish/Al Jazeera) - Image

Abu Saher Al-Maghari, orang yang telah mengafani jenazah korban serangan israel di Gaza (Attiya Darwish/Al Jazeera)

JawaPos.Com— Abu Saher Al Maghari, dikenal sebagai orang yang telah mengafani ratusan jenazah korban serangan brutal Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Dalam ruangan sempit kecil dengan ubin putih, Abu Saher Al Maghari bekerja dengan rajin setiap hari, berdiri berjam-jam beserta dengan kain putih tergantung di pagar.

Selama lebih dari sebulan, Abu Saher Al Maghari berdiri dengan hati-hati merawat jenazah yang tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.

Pria berusia 53 tahun ini, diketahui telah 15 tahun menyelimuti jenazah dari rumah sakit tersebut.

Namun, sejak serangan Israel di Jalur Gaza, sosok Abu Saher Al-Maghari telah menyaksikan jenazah bertambah semakin banyak, bahkan dalam keadaan anggota tubuh tidak utuh.

Al-Maghari mulai menangis ketika mengatakan tentang mayat yang dilihatnya, ia belum pernah mengalami hal ini selama mengafani jenazah.

“Saya belum pernah mengalami masa sulit seperti ini dalam hidup saya,” kata Al-Maghari, dikutip melalui Aljazeera, Sabtu (11/11).

“Selama bertahun-tahun bekerja, saya selalu menyembunyikan 30 hingga maksimum 50 kematian alami setiap hari, dan dalam kasus eskalasi militer Israel sebelumnya, jumlahnya mungkin mencapai sekitar 60,” lanjutnya.

Kini, ia telah mengafani sekitar 100 jenazah dan terkadang jumlahnya dapat bertambah hingga 200, tergantung pada intensitas pemboman dan wilayah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel.

“Sebagian besar jenazah tiba di rumah sakit dalam kondisi sangat buruk,” ucap Al-Maghari.

“Anggota tubuh robek, memar parah dan luka dalam di sekujur tubuh. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.” Imbuhnya.

Jumlah terbesar korban yang ia terima adalah anak-anak dan perempuan dan jenis luka yang ada pada jenazah masih asing bagi Al-Maghari.

“Yang paling menyedihkan bagi saya adalah menyelubungi anak-anak,” kata al-Maghari.

“Hati saya hancur saat saya mengumpulkan anggota badan anak-anak yang terkoyak dan memasukkannya ke dalam satu kain kafan. Apa yang telah mereka lakukan?”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore