alexametrics

Tol Balsam Rp 4.000 Per Km, Kontribusi APBD dan APBN Bikin Tarif Murah

7 Januari 2020, 09:35:21 WIB

JawaPos.com –  Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tinggal menyisakan pengerjaan dua seksi. Yakni Seksi 1 dan Seksi 5 di Balikpapan. Penyelesaiannya telah beralih ke badan usaha jalan tol (BUJT), PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS). Yang sebelumnya telah rampung menyelesaikan tiga seksi lainnya. Yakni Seksi II, III dan IV yang sudah dibuka untuk umum sejak 19 Desember 2019 lalu.

Diketahui, Seksi I menghubungkan Km 13 di Balikpapan Utara dengan Km 38 di Samboja, Kukar. Panjangnya 22,03 kilometer. Sementara Seksi V berada di Batakan, Balikpapan Timur hingga Km 13 di Balikpapan Utara. Panjangnya 11,09 kilometer. Direktur Teknik dan Operasi PT JBS Edy Nugraha menyampaikan, Seksi I sudah mulai dikerjakan sejak akhir Desember 2019 sedangkan Seksi V dalam tahap persiapan.

”Untuk progresnya agak susah menjelaskannya. Karena progres di sini ‘kan bercampur dengan yang dikerjakan APBD/APBN,” kata dia seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (7/1).

Ruas Seksi I dikerjakan lima kontraktor berbeda. Yakni PT Wijaya Karya (Wika), PT Bangun Karya Kontraktor, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, dan PT Waskita Karya. Adapun pembangunan konstruksinya jalan menyisakan sekira 2,2 kilometer yang dibangun di atas tanah lunak akibat sedimentasi tanah. Jadi, perlu penguatan konstruksi

Untuk Seksi I, pembangunannya dibiayai APBD Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN Rp 271 miliar. “Mohon doanya, semoga Seksi I dan V juga segera bisa selesai. Sehingga bisa beroperasi penuh sebelum Lebaran,” harap dia. Sementara Seksi V menggunakan dana APBN yang berasal dari pinjaman dari pemerintah Tiongkok sebesar Rp 848,55 miliar.

Bedru Cahyono, kepala Satker Tol Balsam menerangkan, ada sekira 650 meter yang masih dalam proses pengerjaan konstruksi. Dari panjang keseluruhan ruas seksi ini adalah 11 kilometer. “Jadi bisa dibilang (progresnya) sudah 94 persen,” kata dia saat dihubungi Kaltim Post, Senin (6/1). Ruas pada Seksi V yang belum rampung adalah STA (stasiun) 2+550 dengan panjang 150 meter, lalu STA 2+850 dengan panjang 300 meter dan STA 9+550 sepanjang 200 meter.

Pada lokasi tersebut sempat mengalami longsor. Dengan demikian, dilakukan penguatan badan jalan dengan bore pile atau fondasi menggunakan tiang pancang. Jadi, butuh waktu yang relatif lama. Dengan mempertimbangkan penyiapan desain dan anggaran. “Karena keterbatasan anggaran pemerintah, akhirnya konstruksinya diserahkan BUJT. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum Idulfitri,” harap dia.

Terpisah, Plt Sekprov Kaltim Sabani mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan tarif dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Sebagaimana yang dituangkan dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif dasar Tol Balsam yang ditentukan adalah 1.000 per kilometer untuk kendaraan golongan I (sedan, jip, pikap atau truk kecil dan bus), lalu Rp 1.500 per kilometer untuk kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar).

Kemudian, Rp 2.000 per kilometer untuk kendaraan golongan III (truk dengan tiga gandar). Selanjutnya, Rp 2.500 per kilometer untuk kendaraan golongan IV (truk dengan empat gandar) dan Rp 3.000 per kilometer untuk kendaraan golongan V (truk lebih dari empat gandar). Tarif tersebut, kata dia, sudah mempertimbangkan kontribusi APBD Kaltim dan APBN pada Seksi I dan Seksi V.

“Kalau tidak ada investasi APBD dan APBN, mungkin tarifnya bisa lebih mahal lagi. Bisa Rp 4.000 per kilometernya,” ujar dia kepada Kaltim Post, kemarin.

Selain itu, pertimbangan tarif yang ada dalam PPJT tersebut, juga mempertimbangkan payback period atau jangka waktu kembalinya investasi dari pembangunan tol. Dengan nilai investasi sekira Rp 12,78 triliun, maka PT JBS memperkirakan payback periode dapat dicapai dalam 25 tahun.

Dengan asumsi, lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan yang melintas di Tol Balsam sebanyak 10.415 kendaraan per harinya. “Jadi sudah dihitung dengan baik. Sebab, LHR di Kaltim relatif di bawah tol yang ada di Pulau Jawa. Makanya kalau tidak ada kontribusi APBD dan APBN, enggak mungkin mereka mau mengerjakan Tol Balsam,” jabar Sa’bani.

Editor : Mohamad Nur Asikin


Close Ads