
Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informatika Bakti Kominfo Yulis Widyo Marfiah (tengah) di kantor Kominfo (12/7). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) berupaya menuntaskan pembangunan menara BTS (base transceiver station). Sampai saat ini mereka masih punya tanggungan pembangunan 630 titik BTS.
Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Bakti Kominfo Yulis Widyo Marfiah menuturkan sekitar 70 persen dari sisa pembangunan BTS tersebut berada di Papua dan terkendala faktor keamanan. Saat ini pihak TNI baru menyampaikan 17 titik lokasi pembangunan BTS yang aman. Padahal masih banyak tower BTS yang harus dibangun di bumi Cendrawasih itu.
Meskipun begitu Bakti Kominfo optimistis target penuntasan pembangunan BTS itu bisa terwujud tahun ini. "Berikutnya fokus pemanfaatan dan operasionalnya," tuturnya di Jakarta pada Jumat (12/7).
Yulis mengatakan, dalam penuntasan pembangunan tower BTS tersebut, dibagi dalam beberapa tahapan. "Tahap pertama dibangun di 148 lokasi," katanya. Kemudian disusul pada tahap kedua sekitar 220 lokasi. Berikutnya di tahap ketiga dibangun 180 unit tower BTS dan pada tahap keempat sebanyak 75 unit tower BTS. "Tahun ini semuanya diharapkan bisa diselesaikan (pembangunannya)," katanya.
Dia mengatakan tantangan penuntasan pembangunan BTS tersebut adalah keamanan dan geografis. Khusus pembangunan tower BTS di Papua, harus berkoordinasi dengan TNI. Selain itu Bakti Kominfo juga berkoordinasi dengan Pemda dan kepolisian untuk mencari titik pembangunan lainnya.
Dia menjelaskan total proyek pembangunan BTS yang dikebut Bakti Kominfo sebanyak 5.000 unit lebih. Jadi tanggungan yang tersisa saat ini relatif jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan yang sudah terbangun. Untuk tahun depan, dia menegaskan tidak ada pembangunan BTS lagi. Karena Bakti Kominfo bersama mitranya akan berfokus pada pemanfaatan dan operasional serta perawatan.
Pada kesempatan itu Yulis juga merespon keberadaan layanan internet Starlink. Seperti diketahui layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk itu sudah beroperasi di Indonesia. Karena berbasis satelit, layanan internet Starlink mampu menembus kawasan 3T, yang juga menjadi target internet Bakti Kominfo.
"Memang teknologi tidak bisa dibendung. Berkembang pesat,’’ katanya. Dia memastikan bahwa layanan internet mereka tetap berbasis BTS, VSAT, Satelit Satria, Optik, dan lainnya. Belum ada rencana menggunakan layanan internet milik Elon Musk tersebut.
Yulis menegaskan untuk layanan internet Bakti Kominfo sejak awal dinyatakan harus menggunakan ISP (internet service provider) lokal. Kerjasama dengan pihak asing perlu kajian lebih dalam lagi. Khususnya terkait keamanan data nasional. Hilmi Setiawan

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
