
Ikan Molly jenis platinum rubby ayes yang menjadi salah satu favorit kolektor.
JawaPos.com - Sebagian besar ikan molly dibiakkan secara selektif untuk menghasilkan variasi warna dan corak baru. Electric blue marble lyretail, misalnya. Jenis tersebut merupakan hasil hibrida yang dilakukan Mahendra Putra Sanjaya. Kini, dia juga tengah mengembangkan ikan molly ekor selendang atau veiltail.
Ikan berpostur mungil itu memiliki warna dan corak menarik. Kelebihan tersebut membuatnya populer di kalangan pencinta ikan hias. Variasi warna dan coraknya terus berkembang seiring kawin silang yang dilakukan para breeder. Namun, sejatinya, yang menjadi pembeda ikan molly adalah bentuk ekornya.
’’Ikan molly jenisnya cuma tiga, bergantung ekor. Ada roundtail, lyretail, dan terbaru yang masih dikembangkan adalah veiltail. Kalau warna/corak, bergantung peternaknya,’’ tutur Mahendra Putra Sanjaya, breeder ikan molly. Lyretail molly lebih banyak digandrungi karena bentuknya yang cantik.
Ekornya meruncing menyerupai huruf U. Berbeda dengan ekor bulat pendek atau roundtail. Jenis lyretail juga terlihat lebih gagah daripada roundtail.
Ikan molly jenis snow white ribbon.
’’Beberapa peternak ikan molly, termasuk saya, tengah mengembangkan bentuk ekor veiltail yang menyerupai selendang,’’ imbuh Mahendra. Pembiakan molly secara selektif tak hanya menghasilkan genetik yang unik, tetapi juga bernilai jual tinggi. Mahendra biasa mengawinsilangkan ikan molly berbeda untuk mendapatkan warna dan corak baru.
’’Electric blue itu salah satu warna molly baru hasil hibrida. Di tempat saya, molly platinum yang albino paling banyak dicari. Harganya bisa Rp 200 ribu–Rp 300 ribu per pasang karena masih sangat jarang,’’ jelas owner @republik_air itu.
Perawatan molly terbilang sangat mudah. Ikan dengan nama Latin Poecilia sphenops itu juga tidak agresif sehingga bisa digabungkan dengan ikan lain. Akuarium pun tidak membutuhkan yang luas. Sebab, panjang molly dewasa antara 12–15 cm saja. ’’Makan minimal dua kali, pagi dan sore. Bisa pelet, cacing, apa pun, karena omnivora. Tidak membutuhkan banyak suplemen juga,’’ ungkap Mahendra.
Yang terpenting, lanjut dia, ikan molly cukup mendapat sinar matahari dan makanan rutin. Sinar matahari juga mampu menangani penyakit white spot yang sering kali menyerang. Terdapat bintik-bintik putih di tubuhnya akibat dari perubahan suhu yang signifikan. ’’Misalnya seperti saat ini. Kalau malam dingin sekali, sedangkan kalau siang panas sekali. Di musim pancaroba ini, biasanya molly terkena white spot,’’ ujarnya.
Jika sudah begitu, molly akan cenderung pasif. Lebih banyak diam di atas atau di bawah air. ’’Penanganannya bisa menggunakan garam ikan atau obat metil biru. Bisa juga dengan menempatkannya di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung,’’ tandasnya. (el laila)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
