Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 17.55 WIB

Jadi Sebab Turunnya Surah Al-Qadr yang Terangkan Lailatul Qadar, Inilah Sam'un Ghozi, Wali Allah yang Tak Terkalahkan namun Dikhianati Istri

Ilustrasi suasana malam Lailatul Qadar. (Freepik) - Image

Ilustrasi suasana malam Lailatul Qadar. (Freepik)

JawaPos.com – Umat Islam tentu mengenal Surah Al-Qadr, yang menginformasikan tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Turunnya surah ini berawal dari cerita Rasulullah di hadapan para sahabat tentang Nabi Sam'un Ghozi Alaihi Salam dari Bani Israil.

Dia adalah wali Allah yang tidak pernah terkalahkan di Medan perang dan mampu merobohkan istana. Sam'un Ghozi seorang diri bisa mengalahkan 1.000 orang sekaligus di medan perang.

Saking kuatnya Sam'un Ghozi, musuh-musuhnya akhirnya membujuk istri Sam'un Ghozi untuk bekerja sama dengan imbalan harta besar apabila berhasil membunuhnya.

Istri Sam'un Ghozi pun menyetujuinya dengan mengikat sang suami dengan tali yang sangat kuat. Akan tetapi Sam'un Ghozi bisa memutus tali itu dengan sangat mudahnya.

Musuh kafir kemudian meminta agar istrinya mengikat Sam'un Ghozi dengan rantai kuat saat dia tidur. Mengetahui dirinya sudah terikat saat terbangun, sang istri mengaku dialah yang mengikat Sam'un Ghozi untuk sekedar mengetahui kekuatan suaminya itu. 

Dengan mudahnya Sam'un Ghozi memutus rantai dengan kekuatannya yang sangat luar biasa. Sayangnya, Sam'un justru memberi tahu sang istri bahwa kelemahannya ada pada bagian rambutnya yang panjang.

Alhasil,saat dia sedang tertidur, istrinya kemudian mengikat Sam'un Ghozi dengan rambutnya sendiri yang membuat dia jadi tidak berdaya.

Mengetahui kekuatannya suaminya hilang, istrinya lantas memberi tahu para kafir dan kemudian mempersiapkan rumah pembantaian.

Sam'un Ghozi diikat di tiang dan dia disiksa habis-habisan sebelum dibunuh. Matanya dicongkel, bibirnya, tangan, dan kakinya juga dipotong di rumah pembantaian.

Allah akhirnya hadir melalui wahyu, bertanya apa yang diinginkan Sam'un Ghozi atas tindakan keji para kafir.

Dia pun meminta kepada Allah agar bisa diberikan kekuatan lagi. Permintaannya pun dikabulkan. Sam'un Ghozi lalu merobohkan tiang besar tempatnya diikat dan menghancurkan rumah pembantaian. 

Semua orang yang ada di sana meninggal dunia, termasuk istri Sam'un Ghozi yang bersekongkol dengan orang kafir. Sam'un Ghozi pun kembali sembuh seperti semula dan dia mendedikasikan sisa hidupnya untuk beribadah kepada Allah.

Rasulullah bercerita kepada para sahabat, Sam'un Ghozi merupakan sosok istimewa tidak pernah berbuat maksiat selama 80 tahun. Sebaliknya, Sam'un Ghozi mendedikasikan semua hidupnya di jalan Allah.

Pada malam hari, Sam'un Ghozi melaksanakan ibadah hampir sepanjang malam. Pada siang hari, dia berpuasa dan berjihad. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore