
Ilustrasi kera di permukiman warga.
JawaPos.com - Keberadaan kawanan kera di Situs Petilasan Kramat Sunan Kalijaga di Cirebon, Jawa Barat menyimpan misteri asal muasal kedatangannya. Konon, kera-kera di komplek jejak petilasan Sunan Kalijaga itu dulunya manusia yang dikutuk menjadi seekor kera.
Diriwayatkan dari cerita turun menurun, monyet-monyet yang mendiami hutan situs seluas 1.200 meter persegi itu jelmaan dari para santri pengikut Sunan Kalijaga.
Kuncen Situs Kramat Sunan Kalijaga, Bambang Mas Adiningrat, 63 mengisahkan, dahulu kala, Sunan Kalijaga banyak menghabiskan waktu berdakwah di daerah Kalijaga, Cirebon. Sekarang, nama tempat itu berada di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Sembari berdakwah, Sunan Kalijaga pun berguru kepada Sunan Gunungjati. Ketekunan dan kesabaran menyebarkan ilmu dan syiar Islam kepada masyarakat, membuatnya semakin banyak murid dan pengikut.
"Karena ketekunannya berdakwah dan berguru kepada Sunan Gunungjati, maka Sunan Kalijaga dinikahkan dengan Putri Winaon, anak Sunan Gunungjati. Saat, itu Sunan Kalijaga resmi menjadi menantu Sunan Gunungjati," tutur Kuncen Bambang Mas Adiningrat kepada JawaPos.com, Senin (21/5).
Tak semua santri atau pengikut Sunan Kalijaga penurut. Suatu ketika di hari Jumat, Sunan Kalijaga pernah mengingatkan para santrinya untuk segera bersiap menunaikan salat Jumat.
Mengindahkan panggilan gurunya, santri-santri terus asik bermain dan mencari ikan di sungai. Hingga waktu Salat Jumat selesai, santri-santri itu masih bermain.
"Murid-muridnya tak mau mendengar perintah Sunan Kalijaga untuk melaksanakan Salat Jumat. Di dalam hati Sunan, orang yang tidak salat Jumat bagaikan seekor kera. Seketika murid-muridnya itu berbulu seperti monyet," kisahnya.
Kebenaran cerita tersebut, jelas-jelas tak dibenarkan oleh kuncen situs Kramat. Menurutnya, kisah manusia yang dikutuk menjadi kera di Situs Kramat Kalijaga hanya sebagai siloka atau cerita perumpaaan yang mengandung hikmah.
Bambang mengatakan, sesuai dengan riwayat Alquran dan Hadits, bahwa bila masuk waktu salat Jumat, untuk segera meninggalkan aktivitas apa pun. Jika diabaikan, maka mengundang murka Allah SWT.
"Ceritanya memang seperti itu. Konon, setelah maghrib, ditemukan monyet paling besar yang seolah sedang menyesali perbuatannya. Cerita itu hanya siloka. Intinya, Kanjeng Sunan berpesan bahwa kamu jangan cari ikan aja, kalau nggak salat sama juga monyet," tuturnya.
Disebutkan, jumlah monyet di Situs Kramat Sunan Kalijaga berjumlah 100 ekor lebih. Terdiri dari dua kelompok kawanan kera di sebelah utara dan selatan.
Lokasi Situs Kramat Sunan Kalijaga cukup strategis, dari terminal Harjamukti Cirebon dan bandara. Jaraknya hanya sekira 700 meter dari terminal.
"Kalau di bulan Mulud, biasanya banyak dari luar kota untuk berziarah di Situs Kramat Petilasan Sunan Kalijaga. Mereka berdoa dan mau tahu sejarah Sunan Kalijaga di Cirebon, karena beliau itu menantu Sunan Gunungjati," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
