
Ilustrasi seseorang mengalami Popcorn Brain (freepik/rawpixel.com)
JawaPos.Com - Jika anda sering merasa gelisah jika tidak memeriksa ponsel dalam beberapa menit atau merasa sulit untuk fokus pada satu hal dalam waktu yang lama, mungkin anda sedang mengalami yang disebut dengan “Popcorn Brain”.
Popcorn Brain sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana otak kita menjadi terlalu terbiasa dengan rangsangan cepat dan instan dari teknologi. Seperti notifikasi media sosial, video pendek, dan berbagai hal yang terus menerus menarik perhatian kita.
Seperti namanya Popcorn Brain membuat otak kita meletup seperti popcorn karena terus-menerus menerima lonjakan dopamine setiap kali kita berinteraksi dengan teknologi.
Kebiasaan menggunakan teknologi secara berlebihan bisa mengganggu fokus dan perasaan kita, membuat kita merasa bosan, cemas, dan depresi. Banyak orang tidak menyadari gejala ini, mereka terjebak dalam pola pikir cepat dan hiburan instan pada layar gawai mereka.
Menurut para Psikolog, otak popcorn mengacu pada kecenderungan perhatian dan fokus kita yang berpindah dengan cepat dari satu hal ke hal yang lain, hal ini dipicu oleh multi-tasking dan paparan berlebihan terhadap dunia digital.
Literasi lain menyebut, fenomena otak popcorn sebagai rentang perhatian yang fragmentasi dan efek kognitif yang terkait dengan paparan terus-menerus terhadap rangsangan digital dan informasi yang berlebihan.
Dilansir dari laman resmi Rs Radjiman Wediodiningrat, berikut beberapa tanda-tanda seseorang mengalami fenomena otak popcorn:
1. Scrolling media sosial terus-menerus dalam satu waktu
2. Melakukan banyak tugas sekaligus dalam satu waktu yang memicu kelelahan pada otak
3. Menonton serial atau film secara maraton tanpa jeda
4. Adayan notifikasi tanpa henti pada gawai secara terus menerus
5. Mengerjakan pekerjaan atau tugas terlalu berlebihan dalam satu waktu
Bagaimana gejala dan dampak fenomena otak popcorn?
- Berkurangnya rentang perhatian
- Berkurangnya kemampuan kognitif
