
Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat enam perusahaan beraset skala besar berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Selain itu, ada satu perusahaan beraset skala menengah berada dalam pipeline IPO, sehingga total terdapat tujuh perusahaan berada dalam pipeline IPO.
“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3).
Adapun, kriteria perusahaan beraset skala besar yaitu memiliki aset di atas Rp 250 miliar, dan perusahaan beraset skala menengah yaitu beraset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.
Ketentuan tersebut sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017. Dari tujuh perusahaan dalam antrean IPO, dari sisi sektor, Nyoman merincikan sebanyak tiga perusahaan sektor keuangan, dan satu perusahaan sektor transportasi dan logistik.
Kemudian, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor kesehatan. Sepanjang tahun ini terhitung sampai 6 Maret 2026, BEI melaporkan belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 956 perusahaan per 6 Maret 2026 atau masih sama seperti akhir 2025.
Sampai 6 Maret 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp 41,41 triliun.
Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS.
Sementara itu, untuk aksi rights issue, telah terdapat tiga perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun sampai periode 6 Maret 2026. Dalam antrean, terdapat sebanyak satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari perusahaan sektor properti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
