
Seba Badui prosesi dimana masyarakat suku Badui baik luar maupun dalam berkumpul memberikan hasil alamnya kepada Bapa gede (Gubernur Banten)
JawPos.com - Hampir tak tampak sedikit pun raut muka lelah atau nada mengeluh yang keluar dari mulut masyarakat Badui itu. Meskpiun mereka telah menempuh puluhan kilometer dengan berjalan kaki tanpa alas.
Auranya khidmat, tak berisik, seperti terbiasa untuk diam, tak banyak tingkah laku yang dilakukan. Beberapa di antara mereka berangkat sejak pukul 04.00 pagi pada Jumat (20/4). Sedangkan warga Badui Luar berangkat sejak pukul 13.00 pada hari yang sama menggunakan mobil.
Mereka membawa hasil panen dari desa Kanekes, Lebak ke Rangkasbitung. Berduyun-duyun turun dari gunung, dengan gembolan di punggungnya. Mereka membawakan itu untuk para pejabat. Satu keinginan mereka, sama-sama lestarikan alam.
"Kalau Badui Luar pakai roda empat, beriring-iringan sekitar 80 mobil, kalau Badui Dalam tetap lakukan jalan kaki, walaupun ditawarkan kendaraan kebanyakan dari mereka tidak mau lakukan itu. Tahun ini total warga Badui yang ikut 1.388 warga,” kata Kepala Adat Urusan Pemerintah, Jaro Saija kepada JawaPos.com saat ditemui ditengah-tengah serangkaian acara Seba Badui 20-22 April 2018 di Alun-alun Serang.
Setelah berjalan begitu jauh, sampailah mereka di GOR Maulana Yusuf Kota Serang. Sengaja untuk beristirahat sejenak, sebelum lakukan prosesi yang berlangsung hingga malam hari, hingga puncaknya mereka berikan beras, ketan, talas, pisang dan hasil panen lainnya kepada Bapak Gede sebutan mereka untuk Gubernur Banten.
"Kami itu kan nanti akan minta ke Pak Gubernur dan para pejabat lain agar gunung jangan dilebur, lebak (tanah) jangan dirusak, sesaka (pusaka berupa napak tilas) jangan dirubah," jelas Jaro Saija. "Takut, nanti ada longsor, banjir, angin topan, itu saja," imbuhnya.
Bukan hanya itu, di kesempatan ini pula mereka juga akan melaporkan kerusakan-kerusakan yang terjadi di alam. Supaya hal itu tidak larut menjadi kerusakan yang semakin parah.
Jaro Saija juga menceritakan bahwa sebelum prosesi Seba, ada dua ritual yang harus dijalani warga Suku Badui. yakni, Kawalu dan Ngelaksa.
"Kalau Kawalu itu kita berpuasa, Jadi selama tiga bulan tidak boleh ada masyarakat luar yang berkunjung ke Badui,” kata Jaro yang juga menegaskan bahwa ini dilakukan agar kesakralan Kawalu tetap terjaga.
Kedua adalah Ngalaksa, yakni membuat tepung dari padi yang baru dipanen. Dibuat menjadi kue atau bubur lalu diberikan kepada para kepala daerah.
"Ya sebenarnya kan Seba itu silaturahmi, tapi masa silaturahmi nggak bawa apa-apa, selain kita mau bawa hasil panen kita, kita bawa juga makanan. Supaya makanan kita dimakan sama pejabat," ujarnya sambil tertawa.
Sore hari telah tiba, sebelum benar-benar lakukan Seba, mereka akan mandi di Sungai Cibanten untuk lakukan pembersihan. Nah, ini dilakukan oleh Suku Badui yang baru pertama kali mengikuti upacara Seba.
Kebanyakan dari mereka yang lakukan ini adalah para remaja, mereka memang mengaku ini pertama kalinya mereka lakukan Seba. "Iya, pertama kali, biar bersih," kata Sarta sambil malu-malu karena tak biasa diwawancara.
Hujan sempat mengguyur kota Serang. Hanya sebentar, lalu acara puncak pun langsung digelar di pendopo lama Banten. Ribuan Suku Badui duduk lesehan di depan Gubernur Banten Wahidin Halim dan para jajarannya. Para Jaro atau kepala desa duduk di barisan paling depan berhadapan dengan para pejabat.
Mulailah prosesi dengan pertama kali Jaro Tanggungan 12 menyampaikan Murwa Seba yaitu penyampaian pesan-pesan secara lisan kepada pejabat. Dilanjutkan dengan serah terima laksa, yaitu hasil dari ritual Ngelaksa yang mereka lakukan sebelum Seba.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
