Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 November 2018 | 19.59 WIB

12 Jam di Laut Demi 188 Nyawa Penumpang dan Kru Pesawat

Penyelam Kopaska TNI AL saat berada di tengah laut dalam misi kemanusiaan mencari para korban dan puing Lion Air JT-610. - Image

Penyelam Kopaska TNI AL saat berada di tengah laut dalam misi kemanusiaan mencari para korban dan puing Lion Air JT-610.

Proses pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 melibatkan banyak tim pencari dan penyelamat alias SAR. Ada berbagai satuan, termasuk dari TNI Angkatan Laut (AL). TNI matra laut itu mengerahkan personel terbaik dari jajaran Komando Pasukan Katak (Kopaska).


Yesika Dinta, Karawang


Pagi itu hujan baru saja reda. Deru langkah pasukan Kopaska begitu ramai di bibir pantai Tanjung Pakis. Sejak tiga hari belakangan, pantai itu mendadak terkenal setelah tragedi jatuhnya Lion Air rute Jakarta-Pangkalpinang, pada Senin (29/10) pagi.


Rabu (31/10), pemberangkatan perahu sea rider milik Kopaska Koarmada 1 ditunda lantaran melihat cuaca yang kurang bersahabat. Hampir molor dua jam dari perjanjian awal. Pukul 06.45 baru dipastikan tim khusus itu bisa terjun ke laut.


Beberapa pasukan terlihat berlarian mengejar sea rider yang semakin menjauh dari dermaga Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Ya, lokasi tersebut adalah titik terdekat insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.


Anggota Kopaska yang kompak mengenakan seragam berwarna biru laut masih begitu memancarkan semangatnya. Meski kurang tidur karena hujan yang turun semalaman, mereka terlihat tak gentar untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Pasukan sea rider regu 4 itu dipimpin Letkol Laut Dahlan.


Di kapal itu juga terdapat enam orang wartawan dari berbagai media, termasuk dari JawaPos.com. Memang sejak hari pertama kejadian, Kopaska memersilakan para jurnalis untuk terlibat dalam proses pencarian korban Lion Air.


"Ini mau ikut nyelam?" ungkap Dahlan yang bertanya kepada enam jurnalis di atas perahu sea rider. Dari enam orang itu, JawaPos.com satu-satunya jurnalis perempuan.


Tak berselang berapa lama perahu sea rider bernomor seri 18 tersebut merapat ke KRI Banda Aceh. Sinyal handphone semakin redup hingga tidak ada sama sekali. “Kita isi bahan bakar, ada yang mau ke toilet?” ujar Dahlan menawarkan kepada anggotanya, termasuk ke JawaPos.com yang kemudian mengiyakan.


Jangan membayangkan toilet di tengah laut seperti toilet yang mudah diakses di hotel, rumah, atau kantor. Toilet di KRI Banda Aceh berada di bagian deck atas. Setiap orang di atas kapal itu harus memanjat anak tangga yang hanya terbuat dari papan kayu dan tali tambang. Ketika angin laut menerpa, tangga pun ikut bergoyang. Bila pegangan tidak kuat, selesai sudah. Bisa jatuh.


Lantas anggota di perahu sea rider melanjutkan misinya dengan mengitari perairan Tanjung Pakis. Selama dua jam di tengah laut, tim penyelam dari Kopaska itu masih belum mendapat instruksi pimpinnya untuk menyelam.


Instruksi menyelam itu hanya diperintahkan oleh Komandan Satuan (Dansat) Kopaska Koarmada 1 Kolonel Laut Johan Wahyudi. Agar tetap aman di tengah laut, perahu sea rider harus menuruti arah angin yang cukup kencang, berguncang ke kiri dan ke kanan. Ditambah dengan terik matahari semakin panas. “Bawa sunblock, mbak?” celetuk salah satu penyelam. Ternyata para penyelam itu memang membutuhkan sunblock. Buktinya satu botol sunblock jadi barang rebutan bagi 15 laki-laki di atas perahu itu.


Lantas tim di sea rider regu 4 diminta merapat ke KRI Rigel. Di sana tim penyelam diminta untuk melengkapi diri dengan peralatan menyelam. Seperti masker, rompi apung, sabuk pemberat, sarung tangan, tas selam serta tabung scuba, pengukur kedalaman, kompas, jam selam, dan tidak lupa sepatu kataknya. Keduanya dibekali kamera Go-Pro lengkap dibalut sarung under waternya.


Kemudian personel itu diperintahkan menyelam. Anggota bernama Thamrin dan Hiu adalah dua penyelam pertama yang masuk ke dasar laut.


Pada saat itu, Dahlan meminta kedua penyelamnya melawan arus air hingga kedalaman 30-35 meter. Tim regu juga turut mencatat, saat itu, sea rider 18 berada di radius 9 mil atau 18,44 kilometer dari Pantai Tanjung Pakis.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore