Ali Trimahno dan istrinya, Kamariah. Alumnus Pesantren Tebuireng yang sukses menggeluti usaha di Malaysia.
Santri tidak lagi seperti zaman kolonial dulu. Senjata santri bukan senapan atau bambu runcing. Tantangan santri era saat ini kokoh spiritual, mapan intelektual, dan memberikan kebermanfaatan untuk orang lain.
---
Banyak cerita sukses alumni santri dalam berwirausaha. Menebarkan manfaat dengan terus berupaya berkhidmah. Ali Trimahno, misalnya. Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Tidak hanya menamatkan studi Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, pemuda 38 tahun itu juga sukses mengembangkan sejumlah usaha.
”Kini, saya tinggal di Malaysia, sejak 2012 sampai sekarang,” kata Ali, sapaan akrabnya, dihubungi melalui sambungan telepon kemarin (22/10).
Ali menjadi santri Tebuireng pada 2000-2003. Dia sekolah di SMA A. Wahid Hasyim. Setelah lulus, mengikuti seleksi penjaringan mahasiswa ke Universitas Al-Azhar di Kementerian Agama (Kemenag). Serangkaian tes mampu dijalani. Akhirnya, lolos di jurusan syariah.
Prestasi itu tentu tidak terduga. Ali sangat bersyukur bisa menembus salah satu kampus Islam terbaik di dunia tersebut. Terlebih, Ali mengaku dari keluarga seorang petani di Cilacap. Kesempatan berharga itu tidak disia-siaka. Maklum, tentu tidak banyak yang mendapatkan peluang tersebut.
Awalnya, Ali biaya mandiri. Di tahun pertama menempuh pendidikan di Kairo jtu, dia berhasil mendapat nilai bagus. Lalu, mendapat beasiswa. Saat mahasiswa itu Ali melihat ada peluang usaha. Jumlah mahasiswa asal Indonesia di Mesir sangat banyak. Berdasarkan data Kemenag, jumlahnya sekitar 12 ribu orang.
Dia pun mulai membuka restoran masakan Asia. Ternyata, lumayan laris. Di sela-sela kesibukan belajarnya, Ali mulai mengembangkan usahanya. Memproduksi tahu, tempe, dan tauge. Makanan itu tidak hanya digemari masyarakat Indonesia yang ada di Mesir. Namun, juga penduduk Malaysia, Singapura, dan negara lainnya. ”Selain itu, saya juga kirim sebagai bahan makanan ke hotel-hotel berbintang,” ujar ayah dua anak itu.
Dalam menjalankan usaha tersebut, Ali juga memanfaatkan tenaga mahasiswa asal Indonesia. Dengan begitu, mereka bekerja part time di restoran miliknya. ”Agar teman-teman juga memiliki penghasilan tambahan, sebagian ada yang alumni dari Tebuireng, dari Cilacap, dan juga beberapa daerah lain,” ungkapnya.
Tiga tahun menekuni wirausaha itu, pandangan mata Ali mulai tertuju kepada sosok Kamariah. Gadis asli Malaysia, yang juga menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo. Gayung bersambut. Lulus kuliah dari Al-Azhar, Ali dan Kamariah merajut biduk rumah tangga pada 2012. Selepas itu, keduanya memutuskan untuk tinggal di Malaysia.
‘’Karena sudah menetap di Malaysia, usaha di Mesir kami jual kepada rekan-rekan asal Indonesia juga. Lalu, memulai usaha baru,’’ ungkap lelaki yang tinggal di wilayah Shah Alam, Selangor, Malaysia, itu.
Kini, Ali bersama istri menekuni beberapa usaha lain sekaligus sebagai wujud khidmah. Dia mendirikan lembaga pendidikan tahfizul Quran. Jumlah santrinya sudah 200 orang. Mereka warga Malaysia. Sebagian dari santri itu dari keluarga yatim-piatu. Selain itu, dia juga mendirikan perusahaan tour and travel haji dan umrah. Karena usaha tersebut, Ali pun kerap menghabiskan waktunya di Makkah dan Madinah.
Ali juga membuka toko aksesoris motor gede (moge). Seluruh pekerjanya juga warga Indonesia. Ditanya soal berapa total omzet dari sejumlah usahanya itu, dia hanya tersenyum. ‘’Alhamdulillah, barakallah,’’ katanya.
Selama menggeluti usaha, bukan lantas mulus-mulus saja. Tetap ada tantangan serta pasang surutnya. Namun, sebagai seorang santri, tentu memiliki kelebihan tersendiri. Ketika mondok banyak diajarkan tentang ikhtiar, tawakkal, dan kesabaran. ‘’Yang lebih penting, selalu berprasangka baik kepada Allah. Sebab, rezeki itu kan dari Yang Maha Kuasa,’’ paparnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
