Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2017 | 00.46 WIB

Mengintip Desa Terong, Mengintip Ambisi Belitung Jadi Geopark Dunia

POTENSI DI LUAR TIMAH: Wisatawan berpose di pantai Desa Terong, Belitung, dengan latar bebatuan. - Image

POTENSI DI LUAR TIMAH: Wisatawan berpose di pantai Desa Terong, Belitung, dengan latar bebatuan.

Terong berhasil berubah dari desa yang hancur akibat galian timah ke desa jujukan wisata. Upaya menjadikan Belitung geopark dunia juga diharapkan kian membuka kesadaran warga bahwa mereka punya banyak kekayaan lain di luar timah.


SAHRUL YUNIZAR, Belitung


DI pusat desa wisata itu dua gazebo telah berdiri. Ditambah sebuah resto, area pemancingan alam, dan kolam renang alam.


Kolam renang alam? Ya, kolam renangnya memang alami. Memanfaatkan sungai desa. Airnya sangat jernih. Dasarnya jelas kentara dari atas jembatan kayu yang menghubungkan sisi kanan dan kiri sungai.


Sebuah keelokan yang tak terbayangkan bisa didapat dari bekas galian timah. ”Dulu rawa semua. Betul-betul hancur, tidak bisa diinjak sama sekali,” ungkap Iswandi, warga desa tempat bekas rawa itu berada, Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.


Iswandi itulah yang jadi pelopor perubahan di Terong. Dari sebuah desa yang, dalam bahasa Iswandi, jangankan disinggahi, dilirik saja tidak, jadi jujukan wisata baru. Bahkan, kini Terong dipilih Badan Pengelola Geopark Belitung sebagai satu di antara 10 geosite (situs peninggalan geologi) yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Sepuluh tempat itu yang jadi ujung tombak Belitung agar kelak bisa ditunjuk Unesco (badan PBB yang mengurusi pendidikan, sains, dan kebudayaan) sebagai geopark dunia. Seperti Gunung Batur dan Pegunungan Sewu.


Semua itu jelas tak terbayangkan oleh Wandi –sapaan akrab Iswandi– ketika membulatkan tekad mengajak warga desanya berbenah. Yang mendorongnya kala itu hanya wajah desanya yang hancur. Seiring merosotnya kejayaan timah.


Padahal, Terong sebenarnya terletak di posisi strategis. Di poros jalan Tanjung Pandan–Tanjung Kelayang yang membelah Bumi Laskar Pelangi itu. Setiap pelancong yang hendak pelesir ke Pantai Tanjung Tinggi atau Tanjung Kelayang dari Tanjung Pandan juga pasti lewat di sana.


Tapi, lubang-lubang besar bekas galian timah membuat tak seorang pun sudi mampir. Padahal, Terong punya 7 kilometer garis pantai. Membentang sampai perbatasan Desa Tanjung Binga.


Perlahan, sejak 2014 Wandi mengajak warga Terong membangun kampung mereka. Bekas rawa ditata. Menjadi pusat desa wisata. Tidak kurang dari 1,5 hektare luasnya. Sampai sekarang, tiap akhir pekan, warga Terong masih berbondong-bondong ke pusat desa wisata. ”Mereka menyumbang apa saja, bisa tenaga, material, atau uang. Semuanya swadaya, tanpa bantuan pemerintah,” kata Wandi.


Belum sepenuhnya selesai, tapi sudah terlihat betul perubahannya. Setelah gazebo, resto, area pemancingan, dan kolam renang, kini yang masih dikerjakan adalah musala, toilet, dan penginapan. Rumah adat Belitung berdiri kukuh tepat di hilir sungai Desa Terong. Nanti rumah khas masyarakat Belitung itu diubah menjadi museum kecil. Bisa terhubung langsung dengan pusat desa wisata.


Cukup dengan menyisir sungai menggunakan sampan, sepuluh menit sudah sampai. Sayang, ketika Jawa Pos mengunjunginya dua pekan lalu, jalur sungai itu belum bisa dilewati. Sebab, ranting pohon di kanan dan kiri sungai masih harus dirapikan supaya tidak melukai pengunjung.


Menjelang petang, para remaja Desa Terong biasa berbondong-bondong menuju sungai tersebut. Ada yang jalan kaki, lari, atau menunggang sepeda. Mereka lantas melepas pakaian dan byurrrrr. Berenang serta tertawa riang bersama.


Perubahan itu pun menjadikan Terong bukan lagi desa yang tak dilirik. Tapi desa yang justru disinggahi. Setahun belakangan, jumlahnya sudah lebih dari 5 ribu pengunjung. Agar mereka betah, lalu datang kembali, warga Terong punya strategi. Wisatawan disambut bak keluarga sendiri.


Selalu diajak berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga mereka merasa seperti di rumah sendiri. Setidaknya ada 23 rumah dengan 31 kamar yang bisa dijadikan homestay. Perubahan besar di Terong secara swadaya itu pun mendapat apresiasi pemerintah. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjadikan Terong sebagai desa wisata pertama sekaligus percontohan di Belitung.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore