JawaPos.com - Pratiwi Noviyanthi atau akrab disapa Novi memutuskan mundur dari yayasan yang dibuatnya setelah masalah uang hasil donasi Agus Salim, korban penyiraman dengan air keras, menuai polemik dan kininjustru melebar ke masalah lain.
Novi mengatakan, dirinya secara resmi sudah keluar dari yayasan terhitung sejak 2 Januari 2025. Dengan demikian, Novi pun tidak ada hak sama sekali atas yayasan tersebut.
"Aku mundur dari yayasan biar fokus sama masalah yang aku hadapi dan yayasan tidak dikait-kaitkan sama kasus aku," ujar Novi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (3/1).
Mundurnya Novi dari yayasan sebenarnya tidak menyelesaikan masalah yang saat ini sedang berjalan. Karena uang hasil donasi ada di yayasan dan Novi saat ini malah tidak punya kewenangan atas yayasan tersebut. Padahal, uang hasil donasi merupakan tanggung jawab Novi untuk menyelesaikannya sampai tuntas.
"Uangnya sudah menjadi uang sengketa. Silakan saja berjuang di pengadilan," katanya.
Novi pun memastikan uang hasil donasi sebesar Rp 1,3 miliar masih tetap utuh di rekening yayasan sampai dengan dirinya mengundurkan diri dari yayasan.
"Uangnya tidak berkurang sama sekali di rekening yayasan sampai dengan tanggal 2 Januari kemarin," ungkap Novi.
Diketahui, uang Rp 1,5 miliar berhasil terkumpul di rekening pribadi Agus Salim setelah Novi dan Denny Sumargo membantu mengumumkan aksi penggalangan dana untuk membantunya. Saat itu, Agus menjadi korban penyiraman dengan air keras.
Uang sekitar Rp 200 juta digunakan oleh Agus Salim. Uang sisanya sekitar Rp 1,3 miliar dipindahkan Novi ke rekening yayasan dengan dalih supaya pihak yayasan bisa memastikan dana itu digunakan untuk kepentingan pengobatan Agus Salim.
Pengalihan dana Rp 1,3 miliar dari rekening pribadi Agus Salim ke rekening yayasan milik Novi dilakukan setelah mantan pramugari itu menemukan ada dana digunakan di luar kepentingan pengobatan Agus Salim.