Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 19.12 WIB

Keseriusan Pemerintah Menerapkan Euro 4 Mulai 7 April Dipertanyakan

EMISI GAS BUANG MEMBAIK: Sejumlah truk melintas di jalan Tol TB Simatupang, Jakarta, Selasa (8/3). (Foto istimewa) - Image

EMISI GAS BUANG MEMBAIK: Sejumlah truk melintas di jalan Tol TB Simatupang, Jakarta, Selasa (8/3). (Foto istimewa)

JawaPos.com - Setelah mundur beberapa tahun, pemberlakuan Euro 4 untuk semua kendaraan truk berbahan bakar diesel diharapkan benar-benar bisa terealisasi mulai 7 April 2022. Hal itu sesuai peraturan yang diterbitkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no S 786/MENLHK-PPKL/ SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2021.


Sejumlah agen pemegang merek (APM) atau produsen truk komersial mengaku sudah sangat siap memberlakukan aturan tersebut. Namun keseriusan pemerintah dalam penerapan standar emisi Euro 4 kendaraan diesel pada 7 April 2022 nanti malah dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini konsumen belum mendapat jaminan ketersediaan bahan bakar pendukung Euro 4 hingga ke pelosok daerah.


“Penerapan standar Euro 4 mundur terus bertahun-tahun. Saat negara lain sudah di level Euro 6, kita masih berkutat untuk kejelasan Euro 4. Ini bukti pemerintah tidak serius,” ujar pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (8/3).


Menurut Agus, tidak seriusnya pemerintah karena tidak adanya dirigen yang jelas untuk mengkoordinasikan kebijakan itu. Contohnya, bagaimana kepastian ketersediaan BBM solar.”Semestinya saat ini sudah jelas posisinya, baik dengan Pertamina dan juga Kementerian ESDM. Lalu dengan Kepolisian untuk penindakan hukumnya,” kata dia.


Agus menilai, banyak kepentingan untuk tidak merealisasikan penerapan Euro 4. Beberapa tahun lalu, kebijakan itu akan berjalan saat civil society bergerak, namun harus tertunda karena ada lobi pihak-pihak tertentu yang ingin mengimpor banyak truk India standar Euro 2. “Di India sudah Euro 4, jadi yang Euro 2 mau dipakai di Indonesia dulu,” ungkap Agus.


Belum lagi soal ketersediaan BBM. Beberapa waktu lalu, solar hilang dari pasaran. Agus menilai, pengusaha truk merana. Saat mereka sudah siap mengganti truknya dengan Euro 4, ternyata BBM tidak siap. Truknya terpaksa mendapat solar biasa sehingga menyusahkan pengusaha.


“Kebijakan jangan menyusahkan masyarakat. Kalau benar tanggal 7 April 2022 mau jalan, berarti tidak boleh ada lagi biosolar. Biosolar diganti solar yang harus mendukung mesin Euro 4. Memang pemerintah berani mencabut biosolar? Kita semua tahu siapa pengimpor biosolar,” cetusnya.


Sementara itu, pihak agen pemegang merek (APM) memastikan tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan Euro 4 untuk kendaraan diesel. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Fuso Indonesia) mengaku telah mempersiapkan 29 model kendaraan niaga berspesifikasi Euro 4.


”Kendaraan itu akan mendapatkan peningkatan spesifikasi antara lain pada mesin dan komponen common rail, kemampuan teknis kendaraan hingga penambahan dimensi,” kata Executive Vice President of Sales and Marketing Divisions PT KTB Duljatmono.


Presiden Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Masahiro Aso mengaku telah mempersiapkan segala fasilitas dan lini produksi di pabrik untuk mendukung penerapan Euro 4. “Ketika Indonesia memasuki era Euro 4 di April 2022, HMMI telah lebih dari siap untuk memproduksinya,” ujar Aso.


Sementara itu, General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan, Isuzu siap dalam menerapkan standar Euro 4. Bahkan sejak 10 tahun lalu, tepatnya pada 2011, truk Giga Isuzu sudah menggunakan mesin common rail. “Kami sudah sesuai ketentuan, untuk memenuhi standar Euro4, kendaraan wajib menggunakan common rail,” tegasnya.


Dia menambahkan, Isuzu sudah menguji konsumsi BBM untuk kendaraan standar Euro 2 dan Euro 4. Ternyata, truk Euro 4 Isuzu lebih hemat BBM 10-12 persen. “Jadi, selain menghasilkan emisi gas buang yang lebih baik, ternyata juga irit,” ujar Attias.


Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada 2021, penjualan whole sales (pabrik ke diler) kendaraan niaga mencapai 227.396 unit, dengan rincian Fuso 36.518 unit, Isuzu 26.636 unit, Hino 20.683 unit, dan Mercedes-Benz Commercial Vehicle (Daimler) 1.810 unit.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore