
Photo
JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberi sinyal bahwa suku bunga acuan masih berpotensi turun lagi. Menurutnya, saat ini bank sentral memang masih melakukan kebijakan akomodatif dan injeksi likuiditas.
"Apakah masih ada ruang penurunan? Masih ada. Apakah akan kami pakai? Kita lihat dulu, sebab ini sudah terlalu rendah," ujarnya dalam acara Early Year Forum 2021, Jumat (22/1).
Perry menjelaskan, meskipun suku bunga acuan BI sudah rendah, namun tidak diikuti dengan turunnya suku bunga kredit perbankan. Sehingga hal ini belum mendorong permintaan kredit.
Selain itu, pihaknya juga tengah mengamati situasi geopolitik global. Sebab, bank sentral ingin tetap menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Perry meminta agar perbankan dapat menggenjot penyaluran kredit dan tidak sekadar mengikuti arus perdagangan. Perbankan nasional diminta harus dapat menciptakan mendorong perputaran bisnis.
"Banking harus create bisnis. Memang ada risiko, tapi sepanjang manajemen risikonya jalan ya tentu saja itu bisa dikalkulasi itu bisa dipertimbangkan," tuturnya.
Tahun ini, BI memperkirakan pertumbuhan kredit bisa tumbuh 7-9 persen secara year on year dan diiringi dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh di angka yang sama 7-9 persen year on year.
https://www.youtube.com/watch?v=c7vJWX7nlK4

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
