
Photo
JawaPos.com - Gerakan Nasional Pedagang dan Rakyat Kecil yang terdiri dari 27 komunitas mendukung upaya pencegahan akses rokok bagi anak-anak usia di bawah 18 tahun. Pernyataan sikap 'Rokok Bukan untuk Anak' digaungkan sebagai wujud nyata komitmen para pedagang dalam mendukung upaya pemerintah menekan prevalensi perokok anak, tanpa mengganggu hak pelaku UMKM.
Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (Keris), Ali Mahsun dan puluhan komunitas sepakat bahwa yang dibutuhkan bukanlah revisi aturan, dalam hal ini PP 109/2012, melainkan gerakan nyata seluruh elemen masyarakat. "Seharusnya pemerintah konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menekankan bahwa rokok bukan untuk anak," katanya dalam keterangan, Kamis (26/1).
Ali menyampaikan, pedagang kecil belum sepenuhnya bangkit dan pulih dari pandemi. Oleh karena itu, rencana larangan penjualan rokok batangan akan berdampak signifikan.
Dampaknya berganda. Bukan hanya berhenti di level pedagang kecil dan UMKM, tetapi sampai juga ke perekonomian secara nasional.
"Usulan larangan ini dapat merenggut hak warga negara pelaku ekonomi rakyat untuk mencari penghasilan, menafkahi keluarga, dan membesarkan generasi penerus bangsa. Pemerintah harus lebih realistis dan strategis untuk menanggapi masalah ini," ucapnya.
Menurutnya, rencana melarang penjualan rokok ketengan merupakan kebijakan yang tidak adil dan tidak rasional. Atas dasar itu, dia mengajak seluruh pihak untuk mendukung gerakan 'Rokok Bukan untuk Anak'.
Selain komitmen tidak menjual rokok kepada anak-anak usia di bawah 18 tahun, penolakan revisi PP 109/2012, poin lain dari gerakan ini adalah mencanangkan tanggal 25 Januari sebagai peringatan Hari Gerakan Nasional Rokok Bukan untuk Anak.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
