Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 19.39 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sebut Negosiasi Dilakukan untuk Menekan Direct Impact Perang Tarif AS-Tiongkok ke Indonesia

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Kamis (24/4). (Tangkapan layar Dinda Juwita/Jawapos) - Image

Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Kamis (24/4). (Tangkapan layar Dinda Juwita/Jawapos)

JawaPos.com - Kebijakan tarif resiprokal yang digagas Presiden AS Donald Trump turut berdampak kepada semua negara di dunia. Berbagai negara kini tengah melakukan upaya negosiasi dengan pemerintah AS, termasuk Indonesia. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, negosiasi dengan pemerintah AS bertujuan untuk mencari win win solutions dari kebijakan tarif resiprokal. "Kita tetap akan terus meningkatkan dari sisi respons kebijakan. Seperti yang sudah disampaikan oleh Menko Perekonomian, Ketua DEN, dan saat ini saya dalam proses menegosiasikan agar kita tidak terkena direct impact yang besar atau signifikan, dengan melakukan proses negosiasi yang sekarang masih berlangsung," ujarnya pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Kamis (24/4). 

Ani -sapaan Menkeu Sri Mulyani- melanjutkan, Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan dilakukan deregulasi. Hal itu tujuannya tidak melulu untuk merespons kebijakan AS, melainkan lebih kepada meningkatkan kemampuan potensi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah perbaikan iklim investasi. Harapannya, confidence pelaku ekonomi dalam negeri bisa terjaga dan diperkuat. 

Seperti diketahui, Tiongkok mengambil langkah retaliasi atas kebijakan tarif pemerintah AS. Pemerintah Tiongkok merespons pengenaan tarif baru sebesar 245 persen yang dikenakan AS. Tiongkok lantas memberikan tarif balasan sebesar 125 persen kepada AS.

Di tengah dinamika perang tarif antara dua raksasa ekonomi dunia itu, Ani menjelaskan hubungan Indonesia tetap ada di zona netral. Indonesia juga memilih langkah negosiasi dan menjaga hubungan dagang dengan dua mitra tersebut. 

"Jadi negosiasi memang adalah negosiasi untuk saling memberi dan menawarkan, kemudian saling kompromi. Tujuannya adalah win win solutions. Kata-kata win win solutions, non-zero sum game, itu adalah yang sampai tadi malam disuarakan oleh semua pihak," jelas Bendahara Negara. 

Dia meyakinkan bahwa hubungan Indonesia dengan AS dan Tiongkok tetap terjalin dengan baik. Di tengah negosiasi yang masih berlangsung dengan AS, Ani juga menyebut bahwa dia telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Tiongkok Lan Fo'an dan juga mendapat undangan ke Beijing untuk mempererat hubungan antara Indonesia-Tiongkok.

"Indonesia baik di dalam ASEAN sebagai negara terbesar, hubungannya dengan AS, hubungannya dengan Tiongkok, maupun pihak-pihak yang sekarang mengalami eskalasi tensi, kita tetap dalam posisi yang cukup netral dan dihormati, dan diperhitungkan. Ini merupakan daya tawar yang baik yang harus kita jaga," jelas Menkeu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore