Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2023 | 02.52 WIB

Bursa Karbon Diluncurkan, Pertamina Patra Niaga Lakukan Pembelian Perdana Sertifikat Kredit Karbon Indonesia

Pertamina Patra Niaga beli sertifikat penurunan emisi dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 922 juta atau setara dengan kontribusi pengurangan emisi karbon mencapai 19.989 ton. - Image

Pertamina Patra Niaga beli sertifikat penurunan emisi dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 922 juta atau setara dengan kontribusi pengurangan emisi karbon mencapai 19.989 ton.

JawaPos.com–Presiden Joko Widodo melakukan peluncuran perdana Bursa Karbon IDX atau bursa perdagangan karbon di Indonesia, Selasa (26/9). Hal itu sebagai upaya dan kontribusi nyata untuk melawan krisis perubahan iklim.

Menurut presiden, Indonesia berjuang bersama dunia melawan krisis perubahan iklim. Hasil perdagangan itu akan diinvestasikan kembali pada upaya menjaga lingkungan khususnya melalui pengurangan emisi karbon.

”Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60 persen pemenuhan pengurangan emisi karbon berasal dari sektor alam. Jika dikalkulasi, potensi bursa karbon kita bisa mencapai potensinya Rp 3 ribu triliun bahkan bisa lebih. Sebuah angka yang sangat besar,” ujar Presiden Jokowi.

Pertamina Patra Niaga dukung cita-cita nasional menangani krisis iklim.

Sejalan dengan Presiden Jokowi, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina Group juga telah mengambil peran penting dalam bisnis dan perdagangan karbon. Pertamina Group berkomitmen mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang berstandar internasional sebagai upaya dan kontribusi nyata mendukung pemerintah dalam penanganan krisis iklim.

”Pertamina akan berperan sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen mendukung Net Zero Emission 2060 dengan mendorong program yang berdampak baik bagi lingkungan dan Sustainable Development Goals (SDG’s) lainnya,” tutur Nicke.

Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) juga turut mengambil andil besar dalam perdagangan karbon. Dalam pembukaan bursa karbon itu, Pertamina Patra Niaga langsung melakukan pembelian perdana sertifikat penurunan emisi dari Pertamina Power Indonesia. Total nilai mencapai lebih dari Rp 922 juta atau setara dengan kontribusi pengurangan emisi karbon mencapai 19.989 ton.

”Ini adalah langkah awal Pertamina Patra Niaga untuk berkontribusi mendukung cita-cita nasional menangani krisis iklim. Bersinergi dengan Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding di Pertamina Group yang sudah mempunyai suplai yang telah tersertifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelas Direktur Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.

Selain dari perdagangan karbon, Pertamina Patra Niaga juga memiliki program yang memiliki dampak mereduksi emisi. Seperti penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di gedung perkantoran dan SPBU Green Energy Station (GES), efisiensi operasi lewat digitalisasi Digital Ground Operation (DGO), dan PADMA untuk produk Avtur, Diesel Dual Fuel (DDF) mobil tangki, serta Program Efisiensi Energi.

Sampai dengan Agustus, program-program itu berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.703 tonCO2eq atau sekitar 14 persen dari target awal Pertamina Patra Niaga.

Pertamina Patra Niaga lakukan pembelian perdana sertifikat penurunan emisi dari Pertamina Power Indonesia.

”Kami terus berupaya meminimalkan emisi yang dapat berdampak terhadap krisis iklim. Kedepan, upaya mereduksi emisi secara langsung akan dikolaborasikan dengan perdagangan bursa karbon sehingga upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga lingkungan dapat makin maksimal,” ucap Riva.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore